Portal Pantura, Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem untuk Rabu, 11 Februari 2026. Sebanyak 15 provinsi masuk kategori siaga dengan potensi hujan lebat hingga sangat lebat.
Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG menyatakan cuaca buruk ini dipicu aktivitas Monsun Asia yang masih kuat. Pusat tekanan rendah di utara Australia menarik massa udara basah ke wilayah Indonesia, membentuk awan hujan dengan kandungan air tinggi.
“Masyarakat di wilayah siaga harus waspada terhadap potensi banjir bandang, tanah longsor, dan angin kencang,” kata pejabat BMKG dalam keterangan resminya, Selasa (10/2/2026).
Wilayah Siaga Hujan Sangat Lebat
BMKG menetapkan status siaga untuk 15 provinsi yang diprediksi mengalami hujan dengan intensitas 100-150 mm per hari. Wilayah tersebut meliputi:
Pulau Jawa: DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur menghadapi ancaman hujan lebat sejak pagi hingga malam hari.
Bali dan Nusa Tenggara: Provinsi Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT) berpotensi diguyur hujan intensitas tinggi.
Wilayah Lainnya: Kepulauan Bangka Belitung, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Papua Pegunungan, dan Papua juga masuk daftar siaga.
Citra satelit BMKG menunjukkan pertumbuhan awan konvektif masif dari pesisir Sumatera hingga wilayah timur Indonesia. Kondisi ini diperkuat pergerakan angin yang mengalami konvergensi atau pertemuan massa udara.
13 Provinsi Berstatus Waspada
Selain status siaga, BMKG juga menetapkan status waspada untuk 13 provinsi dengan potensi hujan sedang hingga lebat (50-100 mm/hari):
Sumatera: Aceh, Sumatera Barat, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, dan Lampung.
Kalimantan: Kalimantan Barat, Tengah, Timur, Utara, dan Selatan.
Sulawesi: Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Barat, dan Tenggara.
Maluku dan Papua: Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, dan Papua Tengah.
Meski intensitasnya lebih rendah, hujan berkepanjangan tetap berisiko menyebabkan genangan di kawasan dengan drainase buruk.
Potensi Dampak dan Ancaman
BMKG memperingatkan beberapa dampak cuaca ekstrem yang perlu diwaspadai:
- Banjir bandang di wilayah bantaran sungai dan dataran rendah
- Tanah longsor di kawasan perbukitan dan lereng
- Angin kencang 40-60 km/jam yang dapat merobohkan pohon dan papan reklame
- Petir dengan intensitas tinggi
- Gelombang tinggi di perairan selatan Jawa dan Bali
Data BMKG menunjukkan tren kenaikan curah hujan signifikan pekan ini. Dari 45 mm/hari pada Senin (9/22026) meningkat menjadi prediksi 110 mm/hari pada Rabu (11/22026), puncak intensitas tertinggi minggu ini.
Langkah Mitigasi Bencana
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan BPBD daerah telah menyiagakan personel di titik-titik rawan. Masyarakat diminta mengambil langkah antisipasi:
- Hindari aktivitas luar ruangan saat hujan disertai petir
- Jauhi bantaran sungai dan wilayah berpotensi longsor
- Pastikan saluran air rumah tidak tersumbat
- Amankan dokumen penting di tempat aman dan kedap air
- Cabut perangkat elektronik saat badai petir
- Pantau informasi cuaca melalui aplikasi resmi BMKG
Warga yang tinggal di zona merah disarankan berkoordinasi dengan tim tanggap darurat setempat. Persiapkan tas siaga berisi obat-obatan, makanan tahan lama, dan senter.
Pantau Perkembangan Cuaca
BMKG terus memantau perkembangan kondisi atmosfer melalui citra satelit dan radar cuaca. Pembaruan prakiraan dilakukan setiap 3-6 jam mengingat dinamika cuaca yang cepat berubah.
Masyarakat dapat mengakses informasi terkini melalui website resmi BMKG di www.bmkg.go.id atau aplikasi Info BMKG di smartphone. Hindari informasi dari sumber tidak kredibel yang berpotensi hoaks.
“Peringatan dini adalah upaya penyelamatan. Kerja sama semua pihak menentukan keberhasilan mitigasi bencana,” tegas BMKG.***

