Semua barang bukti diperiksa secara laboratoris.
Dugaan Keracunan Makanan Gugur
Pada tahap awal penyelidikan, penyidik sempat mendalami kemungkinan keracunan makanan. Namun pengujian terhadap makanan yang dibawa korban maupun sisa makanan di rumah korban tidak menemukan zat beracun.
Dirreskrimum Polda Jateng Kombes Pol Muhammad Anwar Nasir juga menegaskan tidak ditemukan unsur kelalaian dari pihak pengelola.
“Prosedur keselamatan telah dijalankan dan petugas pengelola sudah memberi peringatan kepada korban,” jelasnya.
Autopsi: Korban Mati Lemas Akibat Gas CO
Kabid Dokkes Polda Jateng Kombes Pol drg. Agung Hadi Wijanarko menyampaikan, hasil autopsi dan toksikologi menunjukkan tanda-tanda keracunan karbon monoksida pada seluruh korban.
Tidak ditemukan luka akibat kekerasan maupun kandungan racun lain seperti sianida pada tubuh korban.
Simulasi: Konsentrasi CO Capai 2.000 ppm
Jauh Melampaui Ambang Batas Aman
Tim Bidlabfor Polda Jateng melakukan simulasi pembakaran di lokasi kejadian untuk menentukan sumber paparan gas CO.
Kasubbid Kimia Biologi Forensik AKBP Ibnu Sutarto mengungkapkan, hasil simulasi menunjukkan konsentrasi gas CO dari pembakaran tungku di dalam tenda bisa mencapai 2.000 ppm — jauh melampaui ambang batas aman manusia sebesar 200 ppm.
Bahkan saat pembakaran dilakukan di luar tenda, gas CO masih berpotensi masuk ke dalam dan melampaui batas aman.
Peringatan untuk Wisatawan dan Pemgunjung Alam Terbuka
Polda Jateng mengimbau masyarakat tidak menyalakan tungku arang, kompor portabel, atau sumber pembakaran lain di dalam tenda maupun ruang tertutup.
Tim Redaksi
