TERBARU
Memuat berita terbaru...
IKLAN
News

Dampak TMMD Ke-127 Brebes: Omzet Bengkel Motor Melonjak, Ekonomi Lokal Bangkit

×

Dampak TMMD Ke-127 Brebes: Omzet Bengkel Motor Melonjak, Ekonomi Lokal Bangkit

Sebarkan artikel ini
Ali (34), pemilik bengkel sepeda motor di Desa Cikuya, Brebes, melayani pelanggan di bengkelnya yang kini ramai order sejak berlangsungnya Program TMMD Ke-127 Kodim 0713/Brebes, Sabtu (14/2/2026). Kehadiran program TNI Manunggal Membangun Desa turut menggerakkan ekonomi lokal dan meningkatkan pendapatan pelaku usaha mikro di wilayah tersebut. (Foto:Pen0713)
IKLAN
Ukuran teks

Portal Pantura, Brebes – Kehadiran Program TNI Manunggal Membangun Desa () Ke-127 yang digelar Kodim 0713/Brebes memberikan dampak ganda bagi masyarakat setempat. Selain pembangunan infrastruktur fisik, program ini turut menggerakkan roda perekonomian pelaku usaha mikro di Desa Cikuya, Kecamatan Brebes.

Ali, 34 tahun, pemilik bengkel sepeda motor di desa tersebut, merasakan langsung perubahan signifikan pada usahanya. Bengkel yang sebelumnya hanya melayani beberapa pelanggan per hari, kini dibanjiri order servis dan perbaikan kendaraan.

“Sejak dimulai, bengkel tidak pernah sepi. Setiap hari ada puluhan motor yang masuk, baik dari anggota TNI maupun warga sekitar. Penghasilan saya naik hampir dua kali lipat,” ungkap Ali saat ditemui di bengkelnya, Sabtu (14/2/2026).

iklan

Peningkatan jumlah pelanggan ini berbanding lurus dengan kehadiran satuan tugas dan aktivitas pembangunan yang berlangsung intensif di wilayah tersebut. Para anggota TNI dan pekerja proyek membutuhkan layanan perbaikan kendaraan untuk menunjang mobilitas mereka selama program berlangsung.

Ali mengaku harus bekerja lebih keras untuk memenuhi permintaan yang terus berdatangan. Bahkan, ia sempat kewalahan melayani antrian pelanggan pada jam-jam sibuk. Namun, kondisi ini justru membuatnya bersyukur karena usahanya kembali bergairah setelah sempat lesu beberapa bulan terakhir.

Efek Domino Ekonomi Lokal

Berkah ekonomi tidak hanya dirasakan oleh bengkel Ali. Sejumlah usaha kecil lainnya di sekitar lokasi turut merasakan peningkatan omzet. Warung makan, toko kelontong, hingga pedagang sembako melaporkan kenaikan penjualan sejak program dimulai.

Multiplier effect ini menjadi salah satu tujuan utama program yang tidak sebatas membangun infrastruktur, tetapi juga memberdayakan ekonomi masyarakat setempat. Kehadiran ratusan personel TNI dan aktivitas pembangunan menciptakan permintaan terhadap berbagai jenis barang dan jasa di desa.

Visi Jangka Panjang

Pratu Wahyu, anggota Satgas Ke-127 dari Batalyon Infanteri 406/CK, menjelaskan bahwa pemberdayaan ekonomi masyarakat merupakan bagian integral dari konsep . Program ini dirancang dengan pendekatan holistik yang menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat desa.

“ bukan sekadar membangun jalan atau jembatan. Kami juga ingin memastikan masyarakat merasakan dampak ekonomi dari kehadiran kami. Harapannya, setelah program selesai, manfaatnya tetap berkelanjutan,” jelas Wahyu.

Ia menambahkan, pihaknya berharap momentum ekonomi yang tercipta selama dapat dipertahankan oleh masyarakat. Infrastruktur yang dibangun diharapkan mempermudah akses distribusi barang dan mobilitas warga, sehingga aktivitas ekonomi tetap tumbuh pascaprogram.

Optimisme Masyarakat

Fenomena yang terjadi di bengkel Ali menjadi miniatur dampak positif terhadap perekonomian desa. Warga setempat menyambut antusias program ini dan optimistis kondisi ekonomi mereka akan terus membaik.

Dengan infrastruktur yang diperbaiki dan ekonomi lokal yang mulai bergerak, masyarakat Desa Cikuya berharap pembangunan berkelanjutan dapat terus berlangsung. TMMD Ke-127 membuktikan bahwa sinergi antara TNI dan masyarakat mampu menghadirkan perubahan nyata bagi kehidupan di pedesaan.***

Imam Muzaki

Terbaru dari Imam Muzaki