Ia menambahkan, Pancasila bukan hanya sekadar doktrin, tetapi pedoman moral dan kebangsaan. Nilai-nilainya harus diwujudkan dalam sikap gotong royong, toleransi, dan persatuan.
Momentum Kebangsaan
Hari Kesaktian Pancasila diperingati setiap 1 Oktober untuk mengenang peristiwa pengkhianatan G30S/PKI tahun 1965. Tragedi tersebut menjadi titik balik kesadaran bangsa untuk memperkuat ideologi Pancasila sebagai dasar negara yang final.
Di Brebes, peringatan tahun ini berlangsung khidmat. Peserta upacara dengan penuh hormat mengikuti rangkaian acara. Mereka juga diingatkan bahwa semangat kebangsaan harus terus diwariskan kepada generasi muda.
Bagi TNI dan Polri, peringatan ini menjadi pengingat akan sumpah setia pada Pancasila dan UUD 1945. Sedangkan bagi masyarakat, momentum ini menjadi penguatan komitmen bersama menjaga persatuan dalam keberagaman.
Tantangan Zaman
Dandim menilai, ancaman terhadap Pancasila kini tidak lagi berupa gerakan bersenjata, tetapi hadir dalam bentuk lain. Misalnya, arus globalisasi, penyebaran ideologi transnasional, hingga konflik sosial berbasis identitas.
“Generasi muda harus bijak menghadapi era digital. Jangan mudah terprovokasi berita bohong dan ujaran kebencian. Jadikan Pancasila sebagai filter dalam bersikap dan bertindak,” pesannya.
Dengan demikian, Hari Kesaktian Pancasila tidak hanya sebatas peringatan tahunan, tetapi juga panggilan untuk terus menguatkan persatuan dan kesadaran kebangsaan.
Brebes dan Semangat Gotong Royong
Brebes sebagai salah satu kabupaten terbesar di Jawa Tengah memiliki tantangan besar. Mulai dari pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas pendidikan, hingga penguatan ekonomi masyarakat.
Semua itu, menurut Dandim, hanya bisa diwujudkan dengan semangat gotong royong sebagaimana nilai luhur Pancasila. “Pancasila adalah perekat bangsa. Di Brebes, semangat kebersamaan menjadi modal utama untuk melangkah maju,” tutupnya.***
Tim Redaksi
