Portal Pantura, Brebes – Pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-127 di Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes, mendapat perhatian langsung dari Komandan Korem (Danrem) 071/Wijayakusuma, Korem 071/Wijayakusuma. Peninjauan dilakukan untuk memastikan seluruh sasaran program berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Danrem 071/Wijayakusuma Kolonel Inf Lukman Hakim turun langsung ke lokasi kegiatan pada Minggu (1/3/2026). Ia didampingi Dandim 0713/Brebes Letkol Inf Ambariyantomo, jajaran Korem, perwakilan Pemerintah Kabupaten Brebes, Forkopimcam Banjarharjo, serta Kepala Desa Cikuya.
Kegiatan TMMD Ke-127 yang dilaksanakan oleh Kodim 0713/Brebes ini menyasar sejumlah proyek fisik dan nonfisik. Sasaran utama meliputi pengecoran jalan sepanjang 1.500 meter, pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), serta program TNI Manunggal Air Bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar warga.
Dalam peninjauan tersebut, Danrem bersama rombongan menyusuri titik-titik pembangunan. Dengan mengenakan seragam lapangan, ia melihat langsung progres pengecoran jalan yang diharapkan mampu meningkatkan akses transportasi dan memperlancar aktivitas ekonomi masyarakat desa.
Menurut Danrem, TMMD bukan sekadar agenda rutin, melainkan program strategis lintas sektoral yang menyentuh kebutuhan riil masyarakat. Ia menegaskan, pengawasan di lapangan penting dilakukan agar kualitas pekerjaan tetap terjaga dan target penyelesaian dapat tercapai tepat waktu.
“Program ini harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Pembangunan yang dilakukan tidak hanya berorientasi pada penyelesaian fisik, tetapi juga keberlanjutan dan dampaknya dalam jangka panjang,” ujarnya di sela kegiatan.
Selain infrastruktur jalan, pembangunan RTLH menjadi perhatian khusus. Perbaikan rumah warga diharapkan dapat meningkatkan kualitas hunian sekaligus taraf hidup masyarakat penerima manfaat. Sementara itu, program air bersih dinilai krusial untuk mendukung kesehatan dan kesejahteraan warga Desa Cikuya.
Dandim 0713/Brebes yang juga bertindak sebagai Dansatgas TMMD Ke-127, Letkol Inf Ambariyantomo, menjelaskan bahwa seluruh personel Satgas bersama masyarakat bekerja setiap hari untuk mengejar progres pekerjaan. Ia menyebut partisipasi warga dalam kegiatan gotong royong menjadi faktor penting dalam percepatan pembangunan.
“Kami mengoptimalkan seluruh sumber daya yang ada. Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam menyelesaikan program ini sesuai jadwal,” katanya.
Ia juga memastikan bahwa setiap pekerjaan dilaksanakan dengan memperhatikan standar mutu konstruksi. Dengan demikian, hasil pembangunan dapat digunakan dalam jangka panjang tanpa mengabaikan aspek keselamatan dan ketahanan.
Kehadiran pimpinan TNI di lokasi kegiatan disebut memberi motivasi tambahan bagi personel Satgas maupun warga yang terlibat. Interaksi langsung antara prajurit dan masyarakat mencerminkan kemanunggalan TNI dan rakyat yang menjadi semangat utama TMMD.
Program TMMD sendiri merupakan wujud kolaborasi antara TNI, kementerian/lembaga, serta pemerintah daerah dalam mempercepat pembangunan di wilayah pedesaan. Melalui pendekatan terpadu, kegiatan ini tidak hanya membangun sarana fisik, tetapi juga mendorong penyuluhan dan pemberdayaan masyarakat.
Dengan progres yang terus berjalan, TMMD Ke-127 di Desa Cikuya diharapkan mampu membuka akses yang lebih baik, meningkatkan kualitas hunian, serta menyediakan fasilitas air bersih bagi warga. Lebih dari itu, program ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan wilayah melalui pembangunan berbasis kebersamaan.***

