Portal Pantura, Brebes – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-127 Tahun 2026 yang dilaksanakan Kodim 0713/Brebes tak hanya menitikberatkan pada pembangunan fisik, tetapi juga memperkuat intervensi kesehatan masyarakat. Melalui pendekatan nonfisik, Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes bersama Satgas TMMD dan Puskesmas Banjarharjo menggelar sosialisasi Active Case Finding (ACF) kusta di Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo, Selasa (17/2/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi deteksi dini guna menekan risiko penularan kusta di tengah masyarakat. Sosialisasi menghadirkan tenaga kesehatan serta aparat kewilayahan yang memberikan edukasi langsung kepada warga mengenai gejala awal kusta, pentingnya pemeriksaan sejak dini, serta kepastian bahwa penyakit tersebut dapat disembuhkan melalui pengobatan yang teratur dan sesuai prosedur medis.
Dalam kegiatan tersebut, warga mendapatkan penjelasan terkait tanda-tanda kusta seperti bercak putih atau kemerahan pada kulit yang mati rasa, penebalan saraf, hingga gangguan pada fungsi anggota tubuh. Petugas kesehatan juga membuka sesi konsultasi bagi warga yang ingin mengetahui lebih lanjut kondisi kesehatannya.
Babinsa Koramil 14/Banjarharjo yang tergabung dalam Satgas TMMD Ke-127, Serda Eeng Saeful, menegaskan bahwa sasaran nonfisik menjadi elemen penting dalam pelaksanaan TMMD. Menurutnya, pembangunan desa tidak hanya diukur dari tersedianya infrastruktur, tetapi juga dari meningkatnya kualitas hidup dan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan.
“TMMD hadir bukan sekadar membangun jalan atau fasilitas umum, tetapi juga membangun sumber daya manusia yang sehat dan memiliki pengetahuan yang memadai. Kami ingin masyarakat benar-benar merasakan manfaat program ini secara menyeluruh,” ujarnya.
Sementara itu, petugas kesehatan Puskesmas Banjarharjo, Sandi, S.Km, menjelaskan bahwa metode Active Case Finding merupakan pendekatan proaktif dalam menemukan kasus kusta di masyarakat. Melalui metode ini, tenaga kesehatan tidak hanya menunggu pasien datang berobat, melainkan melakukan penelusuran dan pemeriksaan langsung di lapangan.
“Dengan ACF, kasus kusta bisa ditemukan lebih cepat. Semakin dini terdeteksi, semakin besar peluang sembuh tanpa kecacatan. Selain itu, risiko penularan juga dapat ditekan,” jelasnya.
Ia menambahkan, kegiatan ini juga bertujuan mengurangi stigma sosial terhadap penderita kusta. Selama ini, kusta kerap disalahpahami sebagai penyakit kutukan atau tidak dapat disembuhkan. Padahal, dengan pengobatan rutin menggunakan Multi Drug Therapy (MDT), pasien dapat pulih dan menjalani aktivitas secara normal.
Kolaborasi antara TNI dan tenaga kesehatan dinilai efektif dalam menjangkau masyarakat hingga tingkat desa. Kehadiran aparat kewilayahan membantu membangun kepercayaan warga sehingga pesan kesehatan lebih mudah diterima.
Program TMMD Ke-127 di Desa Cikuya menjadi bukti bahwa pembangunan desa dilakukan secara terpadu. Selain mempercepat pemerataan infrastruktur, kegiatan ini juga mengedepankan aspek edukasi dan pencegahan penyakit.
Melalui sosialisasi ACF kusta, pemerintah daerah berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan semakin meningkat. Partisipasi aktif warga dinilai menjadi kunci keberhasilan program deteksi dini sekaligus langkah konkret dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan bebas stigma.
Dengan pendekatan menyeluruh ini, TMMD Ke-127 tidak hanya membangun fisik desa, tetapi juga memperkuat fondasi kesehatan masyarakat sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Brebes.***

