Portal Pantura, Brebes – Lebih dari sepekan pasca banjir bandang, ribuan warga Desa Adisana, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, masih berjibaku dengan krisis air bersih. Kerusakan parah pada jaringan pipa distribusi akibat terjangan material banjir dan perubahan kontur tanah memaksa PDAM Tirta Baribis mengerahkan dua unit ekskavator untuk mempercepat pemulihan layanan.
Pimpinan Unit PDAM Tirta Baribis Bumiayu, H. Muflikhin, ST., menegaskan pihaknya bekerja maksimal mengatasi kerusakan infrastruktur yang tergolong masif. “Tingkat kerusakan cukup berat. Pipa tertimbun material banjir dan struktur tanah berubah drastis. Makanya kami turunkan alat berat untuk penggalian dan penataan ulang jalur distribusi,” jelasnya, Selasa (10/2/2026).
Perbaikan Ikuti Standar Teknis Ketat
Muflikhin menjelaskan, proses perbaikan tidak semata mengganti pipa rusak, tetapi juga menerapkan standar teknis lebih ketat. Pipa ditanam pada kedalaman 200 sentimeter disertai penguatan struktur pendukung untuk meminimalkan risiko kerusakan serupa di masa mendatang.
“Medan kerja sangat menantang. Sisa material banjir masih berserakan, akses terbatas, ditambah cuaca tidak menentu. Tapi tim kami terus berupaya agar target penyelesaian pekan ini bisa tercapai,” tambahnya.
Warga Andalkan Sumber Air Alternatif
Krisis ini memukul aktivitas keseharian ribuan jiwa. Ibu rumah tangga kesulitan memenuhi kebutuhan memasak, mandi, hingga mencuci. Sebagian warga terpaksa mengambil air dari sumber alternatif yang jaraknya cukup jauh dari permukiman.
Kepala Dusun I Adisana, Masrukhan Fauzi, mengimbau warga tetap sabar menanti proses perbaikan. “Tim sudah bekerja keras di lapangan. Kami optimis distribusi air segera normal kembali,” ujarnya di lokasi kejadian.
Dewi Wahyuni, relawan Tim Emak Bergerak yang turun membantu warga terdampak, menyoroti dampak serius krisis ini terhadap kaum perempuan. “Air bersih adalah nyawa rumah tangga. Ketika pasokan terhenti, beban ibu-ibu berlipat ganda. Mereka harus memutar otak mencari air sambil mengurus keluarga,” ungkap Dewi.
Bantuan Air Didistribusikan Bertahap
Untuk meringankan beban warga, pemerintah desa bersama relawan dan berbagai pihak menggelar distribusi air bersih secara bertahap. Prioritas diberikan pada wilayah terparah dan kelompok rentan seperti lansia serta balita.
Namun, bantuan ini belum sepenuhnya mencukupi kebutuhan harian seluruh warga. Beberapa kepala keluarga masih harus mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli air atau memanfaatkan sumur warga lain.
Ujian Ketahanan Infrastruktur Daerah Rawan Bencana
Krisis di Adisana menjadi catatan penting tentang urgensi penguatan infrastruktur dasar di wilayah rawan bencana. Kerusakan jaringan air bersih bukan hanya mengganggu layanan publik, tetapi berdampak luas pada kesehatan, sanitasi, bahkan aktivitas ekonomi masyarakat.

