Portal Pantura, - Di bawah rindangnya pepohonan dan semilir angin dari aliran air Bendungan Danawarih, warung kopi milik Muhibah selama bertahun-tahun menjadi tempat untuk singgah warga dan wisatawan lokal Warung sederhana itu bukan hanya sumber penghasilan, tetapi juga ruang cerita, tawa, dan secangkir kehangatan bagi siapa pun yang mampir menikmati keindahan Bendungan Danawarih Tegal. Namun kini, suasana di warung itu mulai berubah. Gelas-gelas kaca telah dikemas, bangku kayu disusun rapi, dan aroma rujak petis tinggal kenangan sementara. Sebuah mega proyek bendungan akan segera dimulai, dan para pedagang juga termasuk Muhibah, harus angkat kaki. “Rasanya campur aduk, sedih iya, tapi mau bagaimana lagi, kami juga paham untuk pembangunan,” ucap Muhibah dengan mata masih menyiratkan kegelisahan, Rabu, 28 Mei 2025. Bagi banyak pedagang kecil ada relasi yang terbangun, pelanggan setia, dan kenangan harian melekat kuat, Meski begitu, mereka memilih mendukung. “Kami sadar, kami hanya menempati. Saat lahan ini akan dibutuhkan untuk pembangunan, ya kami harus legowo,” katanya tegas. Bendungan Danawarih Tegal bukan hanya proyek infrastruktur. Ia adalah simbol harapan bagi pengairan, serta pengendalian banjir, pariwisata yang lebih baik hingga pertanian. Meski berpindah tempat, Muhibah juga selain optimistis lokasi baru nanti masih dekat, dan pelanggan tetap bisa datang. Ia pun berharap, di tempat baru nanti, secangkir kopi buatannya tetap bisa jadi peneduh hari bagi siapa pun yang datang sekedar luangkan waktu.***