Portal Pantura, Brebes – Upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana alam terus diperkuat melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 yang digelar Kodim 0713/Brebes. Salah satu kegiatan non-fisik yang dilaksanakan adalah sosialisasi mitigasi bencana oleh BPBD Kabupaten Brebes di Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo, Jumat (20/2/2026).
Kegiatan yang berlangsung di aula balai desa tersebut menyasar kelompok ibu-ibu PKK sebagai peserta utama. Langkah ini dinilai strategis mengingat peran perempuan, khususnya ibu rumah tangga, sangat vital dalam membangun ketahanan keluarga saat menghadapi situasi darurat.
Kasi Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Brebes, Sumitro Hadiprayogo, S.T., hadir sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya pemahaman deteksi dini serta langkah-langkah penyelamatan pertama ketika terjadi bencana, terutama di wilayah yang memiliki kerentanan geografis.
Menurutnya, kesiapan masyarakat tidak hanya diukur dari ketersediaan infrastruktur, tetapi juga dari tingkat pengetahuan dan respons cepat warga saat menghadapi ancaman bencana.
“Ibu-ibu memiliki peran sentral dalam keluarga. Ketika memahami prosedur evakuasi dan penanganan awal, risiko korban jiwa maupun kerugian material dapat ditekan,” ujarnya di hadapan peserta sosialisasi.
Desa Cikuya sendiri termasuk wilayah yang memiliki potensi risiko bencana alam seperti banjir dan pergerakan tanah, terutama saat musim hujan dengan intensitas tinggi. Karena itu, edukasi mengenai mitigasi dan kesiapsiagaan dinilai relevan untuk memperkuat ketahanan masyarakat di tingkat desa.
Kegiatan ini juga dihadiri Kepala Desa Cikuya, Sekod, serta Babinsa Koramil 14/Banjarharjo, Serka Sagiman. Kehadiran unsur pemerintah desa dan aparat kewilayahan tersebut mencerminkan sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun budaya sadar bencana.
Kepala Desa Cikuya, Sekod, menyampaikan apresiasinya atas dukungan yang diberikan melalui program TMMD dan BPBD. Ia menilai, sosialisasi tersebut memberikan pemahaman praktis yang dapat langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami merasa terbantu dengan adanya edukasi ini. Warga, khususnya ibu-ibu PKK, kini memiliki gambaran yang lebih jelas tentang langkah yang harus dilakukan jika terjadi bencana. Ini penting agar tidak panik dan bisa bertindak cepat,” katanya.
Sementara itu, Babinsa Koramil 14/Banjarharjo, Serka Sagiman, menegaskan bahwa sasaran non-fisik dalam TMMD Reguler ke-127 tidak kalah penting dibanding pembangunan infrastruktur. Menurutnya, pembangunan sumber daya manusia merupakan fondasi utama dalam menciptakan desa yang tangguh.
“Pembangunan fisik seperti jalan dan fasilitas umum memang prioritas, tetapi membangun kesadaran dan kesiapan warga menghadapi bencana adalah investasi jangka panjang bagi keselamatan masyarakat,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, BPBD Brebes juga mendorong terbentuknya pola komunikasi cepat antarwarga saat terjadi kondisi darurat. Selain itu, peserta dibekali pemahaman mengenai pentingnya tas siaga bencana, jalur evakuasi, serta koordinasi dengan perangkat desa dan aparat setempat.
Program edukasi semacam ini diharapkan mampu menumbuhkan budaya tanggap bencana di lingkungan keluarga. Dengan keterlibatan aktif PKK, informasi mengenai mitigasi diharapkan menyebar lebih luas hingga ke tingkat rumah tangga.
Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat melalui TMMD Reguler ke-127 menjadi contoh kolaborasi yang tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga penguatan kapasitas warga dalam menghadapi berbagai ancaman lingkungan.***

