Selain rumah tinggal, akses jalan desa juga mulai terancam. Jika tebing terus longsor, mobilitas warga akan terganggu.
Tuntut Penanganan Darurat
Masyarakat bersama pemerintah desa telah melaporkan kondisi ini ke berbagai instansi. Warga meminta penanganan darurat, terutama pengiriman alat berat untuk mengalihkan alur sungai sementara.
“Ini bukan soal pembangunan biasa, tapi penyelamatan. Kalau tidak segera ditangani, rumah lain bisa hilang,” kata perwakilan warga, Agus.
Menurut warga, penanganan cepat diperlukan untuk mencegah bencana lebih besar. Kali Pedes dikenal memiliki aliran deras saat musim hujan.
Mereka mengusulkan penggunaan excavator untuk membuat tanggul darurat atau mengubah arah aliran air agar tidak langsung menghantam permukiman.
Natal dalam Kecemasan
https://vt.tiktok.com/ZSPTLksoc/
Di saat sebagian masyarakat merayakan Natal dengan damai, warga bantaran Kali Pedes justru diliputi kecemasan. Malam Natal tahun ini menjadi malam berat bagi Tahroni, Kasori, dan warga lainnya.
Mereka harus bergiliran berjaga mengawasi kondisi sungai. Anak-anak ketakutan setiap mendengar suara gemuruh air.
“Kami tidak minta apa-apa, hanya ingin rumah aman dan anak-anak tidak ketakutan,” tutur salah satu warga.
Beberapa keluarga memilih mengungsi ke rumah kerabat. Namun sebagian tetap bertahan untuk menjaga sisa harta benda.

