Dinas Ketahanan Pangan juga mengirim dua ton beras senilai Rp27 juta. Sementara Dinas Kesehatan menyalurkan obat-obatan senilai Rp11.766.571.
Tak hanya itu, Dinas Pendidikan turut memberikan bantuan seragam dan perlengkapan sekolah senilai Rp52 juta agar aktivitas belajar anak-anak tetap berjalan.
Pemerintah provinsi juga mengalokasikan Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp120 juta untuk membantu warga yang rumahnya terdampak.
Data sementara mencatat bencana tanah bergerak ini merusak 464 rumah. Rinciannya, 205 unit mengalami rusak berat, 174 rusak sedang, dan 85 rusak ringan.
Jumlah warga yang mengungsi mencapai 1.686 jiwa dan tersebar di beberapa titik pengungsian.
Pemerintah berharap proses relokasi dapat segera berjalan agar warga kembali memiliki tempat tinggal yang aman dan kehidupan yang lebih stabil setelah bencana.***

