Menurut Setiawan, peran jurnalis dijalankan melalui berbagai medium—tulisan, foto, dan video—yang menyampaikan informasi akurat kepada publik. Namun, transparansi informasi harus tetap disertai dengan prinsip verifikasi yang ketat.
“Informasi memang harus transparan, tetapi transparan bukan berarti telanjang. Harus ada check and recheck kepada para pemangku kepentingan,” jelas Setiawan.
Ia menambahkan bahwa wartawan memiliki kewajiban menghormati kebijakan pembukaan informasi yang ditetapkan oleh stakeholder. Jika informasi dibuka seluruhnya, maka dibuka penuh; jika sebagian, maka dibuka sebagian sesuai prosedur yang berlaku.
Kolaborasi untuk Solusi Konstruktif
Setiawan juga menggarisbawahi bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah dan media merupakan bagian integral dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. Media, kata dia, tidak hanya memiliki kewajiban menyampaikan informasi positif, tetapi juga memberikan kritik yang konstruktif dan solusi-oriented.
“Ketika bagus kita sampaikan bagus. Kalau ada kritik kita sampaikan juga dengan memberikan solusi. Media menjadi bagian dari solusi,” ujar Setiawan.
Dengan komitmen bersama antara pemerintah dan media, Jawa Tengah diharapkan dapat membangun ekosistem informasi publik yang sehat, akurat, dan mendukung pembangunan berkelanjutan.***
Seorang nelayan wanita sedang menjemur ikan di kawasan pesisir Kabupaten Brebes untuk menjaga kualitas dan nilai jual hasil tangkapan. (Foto: Humas Dinkominfotik Brebes)
" data-large-file="https://www.portalpantura.com/wp-content/uploads/2026/11/Nelayan-Wanita-Menjemur-Ikan.jpg" />
