Portal Pantura - Isra Mi’raj merupakan salah satu peristiwa penting dalam sejarah Islam yang penuh dengan pesan moral dan spiritual. Perjalanan Nabi Muhammad SAW ini tidak hanya menjadi bukti kebesaran Allah, tetapi juga mengajarkan nilai-nilai kehidupan yang dapat dijadikan pedoman dalam menghadapi tantangan zaman. R. Haidar Alwi, pendiri Haidar Alwi Care dan Haidar Alwi Institute, menekankan bahwa Isra Mi’raj mengandung banyak pelajaran berharga yang tetap relevan bagi masyarakat Indonesia. “Peristiwa ini bukan sekadar kisah sejarah, tetapi juga pengingat bagi kita untuk merenung dan memperkuat hubungan dengan Tuhan serta sesama manusia,” ujarnya. Salah satu ajaran utama dari Isra Mi’raj adalah sifat kehambaan. Dalam peristiwa ini, Nabi Muhammad SAW disebut sebagai “hamba,” yang mencerminkan kerendahan hati sebagai sikap mulia di hadapan Allah. Haidar Alwi menekankan bahwa nilai ini tidak hanya bersifat spiritual, tetapi juga menjadi dasar dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis. “Di negara dengan keberagaman luar biasa seperti Indonesia, sikap rendah hati sangat penting untuk menciptakan harmoni dan memperkuat persatuan,” tuturnya. Sebelum peristiwa Isra Mi’raj, Nabi Muhammad SAW menghadapi berbagai ujian berat, termasuk kehilangan orang-orang terdekat dan penolakan dari masyarakat. Menurut Haidar, hal ini mencerminkan pentingnya ketabahan dalam menghadapi tantangan hidup. “Setiap kesulitan yang kita alami adalah bagian dari proses pembentukan karakter. Ini menjadi pelajaran bagi kita semua untuk tetap bertahan dan terus maju, terutama di tengah situasi sulit seperti krisis ekonomi atau bencana alam,” jelasnya. Isra Mi’raj juga mengajarkan keberanian dalam menyampaikan kebenaran, meskipun tidak semua orang siap menerimanya. Dalam konteks modern, pesan ini semakin relevan di era digital yang dipenuhi dengan arus informasi yang cepat, termasuk penyebaran berita bohong. “Di tengah maraknya hoaks dan disinformasi, kita harus berani berdiri tegak untuk menyampaikan kebenaran. Ini penting agar masyarakat tetap berpegang pada nilai-nilai keadilan dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang menyesatkan,” kata Haidar Alwi.