Selain kehadiran Hj. Nur Bintang, kegiatan ini juga dihadiri oleh jajaran Forkopimcam Paguyangan, Kepala Desa Kretek Akhya, tokoh agama, dan perwakilan berbagai organisasi keagamaan. Hadir pula unsur Muslimat NU, Fatayat NU, Ansor–Banser, serta Syuriah MWC NU Paguyangan yang menambah semarak kegiatan.
Antusiasme masyarakat tampak sejak awal acara. Banyak warga datang lebih awal demi mendapatkan tempat duduk strategis, terutama karena pengajian kali ini menghadirkan penceramah yang sudah dikenal luas di tingkat nasional.
Pesan Persatuan dari Syuriah MWC NU
Dalam rangkaian sambutan, KH. Mahrus Ali dari Syuriah MWC NU Paguyangan juga menekankan pentingnya menjaga persatuan umat di tengah tantangan sosial yang semakin beragam.
“Umat harus tetap satu. Jangan mudah terpecah belah oleh kepentingan sesaat ataupun perbedaan pandangan,” pesannya.
Menurut beliau, keberhasilan kegiatan ini menjadi bukti kuat bahwa masyarakat masih menjunjung tinggi nilai kebersamaan dan cinta terhadap ilmu agama.
Ceramah Gus Ulin: Syukur, Harmoni Keluarga, dan Hak Waris
Acara inti pengajian dipimpin oleh Gus Ulin Nuha, yang dikenal dengan gaya ceramahnya yang segar dan penuh humor. Ia mengajak jamaah untuk memperkuat rasa syukur, menjaga sikap saling menghargai, dan menghindari perilaku merendahkan sesama.
Gus Ulin juga menyinggung pentingnya menjaga keharmonisan keluarga—baik antara saudara kandung, orang tua, hingga kerabat lain. Menurutnya, banyak perselisihan rumah tangga yang terjadi hanya karena kurangnya pemahaman dan komunikasi.
Ia turut menekankan pentingnya memahami hak waris agar keluarga terhindar dari konflik yang kerap muncul akibat ketidaktahuan tentang hukum syariat.
Ceramahnya yang diselingi sholawat dengan suara merdu membuat jamaah larut dalam suasana religius dan hangat.
Pengajian Berjalan Tertib dan Semarak
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung kondusif hingga selesai. Kehadiran Hj. Nur Bintang sebagai representasi pemerintah daerah menambah bobot acara, sekaligus menunjukkan komitmen DPRD Brebes dalam mendukung literasi keagamaan di tengah masyarakat.
Pengajian Akbar di Karang Mangu ini menjadi salah satu kegiatan religius terbesar di Paguyangan sepanjang tahun 2025, memperkuat tradisi pengajian sebagai ruang pembinaan moral dan spiritual masyarakat Brebes Selatan.***
Tim Redaksi
