Portal Pantura, Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi hujan lebat hingga sangat lebat masih akan terjadi di sejumlah wilayah Indonesia hingga pertengahan Februari 2026.
Pekan lalu, curah hujan tertinggi tercatat di Kalimantan Barat mencapai 110,4 milimeter per hari. Disusul Kalimantan Selatan 99 mm, Lampung 87 mm, Kalimantan Timur 82,6 mm, Jawa Tengah 81 mm, dan Sulawesi Selatan 76,2 mm.
Faktor Pemicu Hujan Lebat
Kepala Pusat Informasi BMKG, Yuni Maharani, menjelaskan beberapa faktor meteorologis memicu curah hujan tinggi.
“Pertama, Monsun Asia membawa aliran angin basah dari daratan Asia menuju Indonesia,” ujarnya, seperti dikutip dari kanal YouTube InfoBMKGIndonesia.
Fenomena ini, lanjutnya, diperkirakan bertahan hingga dasarian kedua Februari.
Kedua, parameter Outgoing Longwave Radiation (OLR) bernilai negatif mengindikasikan meluasnya tutupan awan tebal. Kondisi ini meningkatkan aktivitas konvektif pembentuk hujan.
Ketiga, kombinasi fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO), gelombang Rossby Ekuator, dan gelombang Kelvin aktif di Samudra Pasifik utara hingga timur laut Papua. Ketiganya berkontribusi memperkuat pembentukan awan hujan.
Gangguan Atmosfer Aktif
BMKG memantau dua gangguan cuaca signifikan dalam sepekan ke depan.
Di belahan bumi utara, siklon tropis Penha terdeteksi di Samudra Pasifik timur Filipina. Sistem bertekanan rendah ini bergerak ke barat dengan kecepatan angin 35 knot.
Siklon Penha berpotensi memicu hujan sedang hingga lebat di Maluku Utara, Sulawesi Utara, dan Gorontalo. Gelombang tinggi diprakirakan terjadi di perairan Kepulauan Talaud hingga Samudra Pasifik utara Papua Barat Daya.
Sementara itu, bibit siklon tropis 98P terpantau di daratan Australia bagian utara. Sistem ini bergerak ke barat-barat daya dengan kecepatan angin 20 knot.
Dampaknya meliputi hujan sedang dan angin kencang di Nusa Tenggara Timur. Gelombang tinggi kategori sedang diperkirakan terjadi di Laut Sawu, perairan Kepulauan Leti-Sermata, Babar-Tanimbar, Kei-Aru, hingga Laut Arafuru.
Prakiraan 6-8 Februari
BMKG memprakirakan cuaca Indonesia periode 6-8 Februari didominasi hujan ringan hingga sedang.
Namun, hujan lebat berpotensi terjadi di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Babel, Bengkulu, Lampung, Bali, dan seluruh provinsi Kalimantan.
Wilayah lainnya meliputi Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah-Selatan-Barat-Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, dan Papua Tengah.
Status siaga diberlakukan untuk hujan lebat disertai petir dan angin kencang di Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, NTB, NTT, Papua Pegunungan, Papua, dan Papua Selatan.
Angin kencang diprediksi terjadi di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTB, NTT, dan Sulawesi Selatan.
Prakiraan 9-12 Februari
Memasuki periode 9-12 Februari, kondisi serupa masih berlanjut.
Hujan sedang hingga lebat diperkirakan mengguyur Aceh, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, Jakarta, Jawa Barat-Tengah, Yogyakarta, seluruh Kalimantan, Sulawesi Utara-Gorontalo-Tengah-Barat-Selatan-Tenggara, Maluku Utara, serta Papua Barat, Tengah, Papua, dan Papua Selatan.
Status siaga untuk hujan lebat disertai petir dan angin kencang berlaku di Sumatera Barat, Bengkulu, Jawa Timur, NTB, NTT, dan Papua Pegunungan.
Imbauan BMKG
BMKG menghimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi akibat cuaca ekstrem.
“Masyarakat diharapkan berhati-hati dalam merencanakan aktivitas, terutama perjalanan darat, laut, maupun udara,” ujar Yuni.
Kegiatan di luar ruangan seperti ibadah, olahraga, dan wisata juga perlu mempertimbangkan kondisi cuaca.
BMKG mengimbau masyarakat memantau informasi cuaca terkini melalui situs www.bmkg.go.id, aplikasi Info BMKG, dan media sosial @infobmkg.
Masyarakat diminta tetap tenang, siaga menghadapi perubahan cuaca ekstrem, serta memahami prosedur evakuasi jika diperlukan.
Sumber: YouTube Info BMKG Indonesia.

