“Anak muda perlu ruang untuk menyalurkan bakatnya. Saya ingin Asyila Farm bukan hanya dikenal karena ternaknya, tapi juga kontribusinya bagi masyarakat,” jelas Syamsul.
Dukung Ketahanan Pangan Nasional
Selain fokus pada pemberdayaan sosial dan ekonomi, Asyila Farm Group juga aktif mendukung program ketahanan pangan nasional. Perusahaan ini menjalin kerja sama strategis dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di berbagai wilayah Brebes.
Kolaborasi tersebut tidak hanya bersifat jangka pendek, tapi juga jangka panjang. Program kemitraan yang dijalankan antara lain:
- Program Ketahanan Pangan BUMDes Berkelanjutan, untuk memperkuat ekonomi desa.
- Program Ketahanan Pangan Terpadu, yang menggabungkan sektor peternakan, perikanan, dan pertanian.
- Program Kemitraan “Start and Finish”, mengintegrasikan seluruh proses produksi dari pembelian hingga penjualan.
- Pembuatan Kandang Berkualitas dengan sistem bebas bau dan ramah lingkungan.
- Sistem Penggemukan dan Pembibitan Profesional, guna meningkatkan hasil dan efisiensi produksi.
Program-program tersebut diharapkan mampu meningkatkan kemandirian pangan dan membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat desa.
Bisnis dengan Nilai Kemanusiaan
Syamsul percaya, keberhasilan bisnis tidak hanya diukur dari laba semata. “Bisnis yang berkah adalah bisnis yang bermanfaat bagi orang lain,” katanya.
Baginya, memberi kepada anak yatim bukan sekadar kewajiban moral, melainkan bentuk rasa syukur dan cara menjaga keseimbangan antara rezeki dan keberkahan.
Kisah Syamsul Kaerudin menjadi bukti bahwa bisnis dan kepedulian sosial bisa berjalan seiring. Melalui Asyila Farm Group, ia membuktikan bahwa berbagi tidak akan membuat miskin—justru membuka pintu rezeki lebih luas.
Dengan semangat filantropi dan inovasi yang terus dikembangkan, Syamsul berharap Asyila Farm bisa menjadi model bisnis inspiratif di Kabupaten Brebes dan Indonesia.***

