Portal Pantura, Brebes – Perubahan signifikan dirasakan petani Desa Cikuya, Kabupaten Brebes, setelah jalan usaha tani di wilayah persawahan setempat selesai dicor melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 oleh Kodim 0713/Brebes, Selasa (24/02/2026).
Jalan yang sebelumnya berupa tanah dan kerap berubah menjadi kubangan lumpur saat musim hujan, kini telah menjadi jalur beton yang rata dan kokoh. Kondisi tersebut mempermudah mobilitas warga, terutama para petani yang setiap hari mengangkut hasil panen dari sawah menuju permukiman maupun pasar.
Rohmad (36), petani setempat, mengaku merasakan langsung manfaat pembangunan infrastruktur tersebut. Saat ditemui di area persawahan, ia tampak sumringah melintasi jalan baru yang kini lebih layak dilalui kendaraan roda dua maupun roda tiga pengangkut hasil panen.
Menurut Rohmad, sebelumnya proses distribusi hasil pertanian kerap terkendala kondisi jalan yang rusak. Pada musim hujan, kendaraan sering terjebak lumpur sehingga petani harus mengeluarkan tenaga dan biaya tambahan untuk mengangkut gabah maupun hasil tani lainnya.
“Kalau musim hujan, jalan becek dan sulit dilewati. Hasil panen jadi terlambat dibawa pulang. Sekarang jalannya sudah dicor, jauh lebih mudah dan cepat,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberadaan jalan beton tersebut bukan hanya memudahkan aktivitas pertanian, tetapi juga meningkatkan rasa aman dan nyaman bagi warga yang melintas. Akses yang baik dinilai dapat mendukung produktivitas sekaligus menekan biaya operasional pertanian.
Program pengecoran jalan ini merupakan salah satu sasaran fisik utama dalam TMMD Reguler ke-127 yang dilaksanakan oleh Tentara Nasional Indonesia melalui jajaran teritorialnya di Brebes. Kegiatan tersebut melibatkan personel TNI bersama masyarakat setempat secara gotong royong.
Serda Djoko Santoso, anggota Satgas TMMD yang meninjau lokasi pembangunan, menjelaskan bahwa program TMMD tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik semata, tetapi juga bertujuan memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.
“Melalui TMMD, kami ingin hadir membantu kesulitan masyarakat. Infrastruktur yang baik diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi desa dan meningkatkan kesejahteraan warga,” kata Djoko di sela kegiatan.
Ia menyebutkan, pembangunan jalan usaha tani diprioritaskan karena memiliki dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Dengan akses yang memadai, distribusi hasil pertanian menjadi lebih efisien dan risiko kerusakan hasil panen akibat keterlambatan pengangkutan dapat ditekan.

