Portal Pantura, Semarang – Jawa Tengah kembali menjadi salah satu titik paling sibuk dalam peta mudik nasional. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memproyeksikan sekitar 17,7 juta pemudik akan masuk ke wilayah tersebut selama arus mudik Lebaran 1447 H. Angka ini melonjak signifikan dibanding tahun lalu yang tercatat sekitar 15 juta orang — naik hampir 18 persen.
“Tahun ini ada kenaikan cukup signifikan. Ini menjadikan Jawa Tengah sebagai simpul utama pergerakan mudik nasional,” ujar Luthfi di Semarang, Kamis (5/3/2026).
Posko Terpadu Beroperasi H-8 hingga H+7
Menghadapi lonjakan pemudik tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah akan mengoperasikan posko terpadu mulai H-8 hingga H+7 Lebaran. Posko ini melibatkan organisasi perangkat daerah, aparat kepolisian, serta berbagai pemangku kepentingan lintas sektor.
Selain pengamanan arus lalu lintas, pemerintah juga memprioritaskan kesiapan infrastruktur jalan provinsi. Seluruh pekerjaan perbaikan jalan ditargetkan tuntas sebelum H-7 Lebaran agar perjalanan pemudik berlangsung lebih lancar dan aman.
340 Bus dan 17 Rangkaian Kereta Disiapkan untuk Mudik Gratis
Sebagai langkah konkret meringankan beban pemudik, Pemprov Jawa Tengah meluncurkan program mudik gratis. Sebanyak 340 unit bus dengan total kapasitas 16.415 kursi disiapkan untuk diberangkatkan dari Jakarta dan Bandung pada 16 Maret 2026.
Selain jalur darat, moda transportasi kereta api juga disiapkan. Sebanyak 17 rangkaian kereta berkapasitas 1.288 penumpang akan berangkat dari Stasiun Pasar Senen, Jakarta, menuju Stasiun Solo Balapan dan Semarang Poncol pada 17 Maret 2026.
“Program ini kami siapkan agar masyarakat bisa mudik dengan lebih aman dan nyaman, sekaligus mengurangi kepadatan kendaraan yang masuk ke Jawa Tengah,” kata Luthfi.
Waspadai 46 Titik Macet dan 23 Titik Rawan Bencana
Di sisi lain, ancaman non-lalu lintas juga menjadi perhatian serius. Berdasarkan pemetaan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah–DI Yogyakarta, terdapat 46 titik rawan kemacetan dan 23 titik rawan bencana di sepanjang jalur nasional Jawa Tengah menjelang mudik 2026.
Gubernur Luthfi secara khusus mengingatkan potensi bencana hidrometeorologi yang masih mengintai selama periode mudik. Intensitas hujan yang masih tinggi memunculkan risiko longsor dan banjir di sejumlah titik. Selain itu, aktivitas Gunung Merapi dan kondisi rawan di kawasan Pegunungan Muria turut masuk dalam radar pemantauan pemerintah daerah.
“Yang juga kita waspadai adalah potensi bencana alam, misalnya longsor, banjir, bahkan kemungkinan aktivitas Gunung Merapi,” tegasnya.

