Portal Pantura, Semarang – Duta Besar Kanada untuk Indonesia, Jess Dutton, menyatakan secara langsung ketertarikan negaranya memperluas investasi di Jawa Tengah. Pernyataan itu disampaikan dalam pertemuan dengan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi di Kantor Gubernur, Kamis, 5 Maret 2026.
Tiga sektor utama menjadi sorotan dalam pembicaraan tersebut: pertanian, ketahanan pangan, dan teknologi kesehatan. Jess menilai Jawa Tengah memiliki posisi strategis dalam peta investasi Kanada di Indonesia.
“Kami sedang melihat peluang potensial untuk perdagangan dan investasi antara kedua negara. Tentu saja Jawa Tengah sangat penting untuk itu, jadi saya berharap dapat melakukan lebih banyak lagi di sini,” kata Jess dalam pertemuan tersebut.
Kanada Andalkan Teknologi Pertanian
Jess memaparkan bahwa pertanian menjadi sektor unggulan kerja sama yang ditawarkan. Kanada mengklaim memiliki keunggulan kompetitif dalam penyediaan bahan baku pupuk serta teknologi pertanian modern yang berpotensi mendongkrak produktivitas sekaligus menjaga keberlanjutan lahan.
Lebih dari sekadar wacana, program pendampingan petani kecil dari Kanada disebut telah berjalan di Jawa Tengah. Program itu difokuskan pada pengelolaan lahan yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
“Kami sudah memiliki program di Jawa Tengah yang membantu petani kecil agar pertanian mereka lebih berkelanjutan dan lahannya dapat dimanfaatkan secara lebih optimal,” ujarnya.
Tawarkan Kerja Sama Kesehatan Berbasis Teknologi
Di sektor kesehatan, Kanada membuka peluang kerja sama yang cukup luas. Mulai dari transfer teknologi kesehatan, pertukaran tenaga medis, pendidikan dokter, hingga pengembangan pengobatan berbasis robotik.
Jess menegaskan universitas-universitas di Kanada siap menjalin kemitraan dalam bidang tersebut dengan institusi di Jawa Tengah.
Kontribusi Investasi Kanada Masih Kecil
Gubernur Ahmad Luthfi menyambut positif tawaran itu, meski mengakui kontribusi investasi Kanada di Jawa Tengah saat ini masih terbilang kecil. Berdasarkan data 2021–2025, Kanada berada di peringkat ke-49 negara investor di provinsi tersebut dengan total investasi sekitar Rp4,35 miliar.
Sebaran investasinya meliputi industri kimia dan farmasi (52 persen), perdagangan dan reparasi (25 persen), sektor lainnya (22 persen), serta hotel dan restoran (1 persen).

