Saat itu, Paramitha menjanjikan bantuan untuk perbaikan Jembatan Mlayang. Dana yang dijanjikan sebesar Rp650 juta dari anggaran perubahan APBD.
“Waktu itu ibu bupati meninjau jembatan penghubung dengan Tegal yang putus, dan menjanjikan bantuan untuk Jembatan Mlayang dari anggaran perubahan sebesar Rp650 juta,” ujar Khafidz.
Namun hingga akhir tahun 2025, janji tersebut tidak ada realisasinya. Sebelum bantuan cair, jembatan justru ambruk total.
“Sampai saat ini belum ada realisasi. Sekarang jembatan benar-benar putus,” tutup Khafidz dengan nada kecewa.
Butuh Penanganan Segera
Kondisi ini mendesak pemerintah daerah untuk segera bertindak. Tanpa akses jembatan, ribuan warga akan mengalami kesulitan berkepanjangan.
Aktivitas pendidikan, ekonomi, hingga akses kesehatan terancam lumpuh total. Masyarakat berharap pemerintah kabupaten segera merealisasikan janji perbaikan yang telah tertunda hampir setahun.
Hingga berita ini ditulis, belum ada respons resmi dari Pemerintah Kabupaten Brebes terkait rencana perbaikan darurat Jembatan Mlayang.***
Tim Redaksi

