Portal Pantura, Brebes – Pemerintah Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, mengirim delegasi ke Brebes untuk mempelajari strategi penurunan stunting. Kunjungan kerja ini dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Jeneponto, Islam Iskandar.
Rombongan diterima Wakil Bupati Brebes, Wurja, di Pendopo Kabupaten Brebes, Rabu (15/10/2025). Pertemuan ini menjadi ajang berbagi pengalaman dalam percepatan penurunan stunting.
Brebes Berhasil Turunkan Stunting Drastis
Wurja menyampaikan, kunjungan ini sangat penting untuk memperkuat kerja sama antardaerah. “Selain mempererat silaturahmi, ini juga wadah berbagi praktik baik dalam percepatan penurunan stunting,” ujarnya.
Ia memaparkan capaian Brebes yang patut diapresiasi. Prevalensi balita stunting berhasil diturunkan dari 38,53 persen pada 2018 menjadi 12,61 persen pada 2024.
Persentase keluarga berisiko stunting juga menurun signifikan. Dari 57,74 persen pada 2022 menjadi 20,47 persen pada 2024.
“Walaupun tren menurun, perjuangan belum selesai. Tantangan masih ada untuk memastikan intervensi tepat sasaran dan data akurat,” tegasnya.
Kunci Sukses: Intervensi Gizi Terpadu
Menurut Wurja, pencegahan stunting butuh intervensi gizi terpadu. Ada dua jenis intervensi yang diterapkan.
Pertama, intervensi spesifik yang fokus pada kelompok rentan. Sasarannya adalah ibu hamil, balita, dan remaja putri.
Kedua, intervensi sensitif yang melibatkan sektor di luar kesehatan. Ini mencakup penyediaan air bersih, sanitasi, ketahanan pangan, perbaikan lingkungan, hingga perlindungan sosial.
Wurja berharap knowledge sharing seperti ini bisa memperkuat jejaring kerja sama lintas wilayah. “Semoga lahir semangat baru dan komitmen bersama untuk generasi lebih sehat dan cerdas,” pungkasnya.
Tim Redaksi
