Jeneponto Hadapi Tantangan Stunting 31 Persen
Islam Iskandar mengucapkan terima kasih atas sambutan Pemkab Brebes. Ia sempat memperkenalkan Jeneponto sebagai daerah pesisir dengan garis pantai 114 kilometer.
Dengan gaya santai, ia menyebut keunikan kuliner daerahnya. “Jeneponto punya kuliner khas daging kuda. Di Sulsel hanya Jeneponto yang punya. Kalau Pak Wakil Bupati berkunjung, kami siap menyajikan kuliner terbaik,” katanya.
Di balik suasana akrab, Islam Iskandar menyoroti kondisi serius di daerahnya. Prevalensi stunting Jeneponto masih 31 persen. Angka ini menempatkan Jeneponto dalam zona merah di Sulawesi Selatan.
“Kami datang ke Brebes untuk belajar. Kami ingin tahu bagaimana Brebes turunkan stunting dari 48 persen hingga 23 persen,” jelasnya.
Siap Terapkan Metode ATM
Islam Iskandar mengapresiasi kolaborasi lintas sektor di Brebes. Keterlibatan swasta dan pemangku kepentingan dinilai sangat mendukung program penurunan stunting.
Ia berharap pola serupa bisa diterapkan di Jeneponto. Caranya dengan prinsip Amati, Tiru, dan Modifikasi (ATM) sesuai kondisi lokal.
“Hasil kunjungan ini diharapkan jadi inspirasi untuk diterapkan di Jeneponto,” tambahnya.
Turut hadir sebagai narasumber Kepala Bapperlitbangda Kabupaten Brebes, Apriyanto Sudarmoko, dan Kepala BKBPP Kabupaten Brebes, Ahmad Ma’mun. Beberapa kepala OPD terkait juga mendampingi acara ini.
Kunjungan kerja ini menunjukkan komitmen daerah dalam mewujudkan generasi Indonesia sehat dan bebas stunting. Kolaborasi dan berbagi pengalaman antar daerah menjadi kunci percepatan penurunan stunting di Indonesia.***
Tim Redaksi
