“Awalnya saya cuma asal kasih makan, asal rawat. Sekarang jadi tahu cara ngelola yang benar, termasuk soal pakan dan perawatan,” tuturnya dengan senyum.
Ia berharap kegiatan semacam ini bisa rutin digelar. Tak hanya untuk meningkatkan pengetahuan, tapi juga membuka akses pasar dan modal usaha.
Sementara itu, pihak Dinas Peternakan menyampaikan dukungannya terhadap rencana desa. Menurut mereka, Karangjongkeng punya modal sosial dan sumber daya yang cukup kuat.
“Kuncinya ada di kolaborasi. Kalau peternak, pemerintah desa, dan dinas saling dukung, mimpi jadi desa sentra sapi bukan hal mustahil,” ujar salah satu narasumber dari dinas.
Rencana besar Karangjongkeng ini juga diharapkan menjadi model bagi desa lain. Dengan pendekatan berbasis komunitas dan pengelolaan terintegrasi, program ketahanan pangan bisa berjalan lebih efektif.
Bukan tidak mungkin, dalam waktu dekat nama Karangjongkeng akan identik dengan sapi berkualitas. Sebuah langkah kecil yang bisa memberi dampak besar, terutama bagi kesejahteraan peternak lokal.***

