Portal Pantura, Brebes – Sebanyak 200 anggota PSHT Ranting Bumiayu mengikuti kirab akbar pada 6 Juli 2025. Acara ini menegaskan semangat persaudaraan, kedisiplinan, dan pengabdian masyarakat.
Jalanan Bumiayu, Kabupaten Brebes, pada Minggu siang, 6 Juli 2025, dipenuhi oleh 200 anggota Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Ranting Bumiayu. Terdiri dari 100 siswa dan 100 warga, kirab akbar ini menjadi simbol kuat nilai persaudaraan dan kedisiplinan yang dijunjung tinggi oleh organisasi pencak silat tersebut.
Kirab dimulai pukul 13.30 WIB dari Lapangan Temenggungan, Desa Langkap. Rute yang dipilih melintasi sejumlah titik penting di wilayah Bumiayu. Para peserta berjalan ke arah barat menuju Polsek Bumiayu, kemudian ke selatan hingga pertigaan Muncang Jatisawit. Setelah itu, rombongan melanjutkan perjalanan ke arah Negara Daha dan SMPN 3 Bumiayu, sebelum kembali ke titik awal sebagai garis akhir.
Sepanjang rute, peserta tampil kompak dengan mengenakan seragam hitam khas PSHT. Mereka berjalan tertib dalam barisan yang rapi, memancarkan semangat dan kekompakan.
Ketua Ranting PSHT Bumiayu, Mas Yudhi, mengatakan bahwa kegiatan ini bukan hanya sekadar pawai. Menurutnya, kirab memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai organisasi kepada anggotanya.
“Kirab ini adalah bagian dari tradisi PSHT. Tujuannya bukan sekadar berjalan bersama, tapi juga untuk memperkuat rasa persaudaraan, kedisiplinan, serta pengabdian terhadap masyarakat,” ujar Mas Yudhi.
Ia menjelaskan bahwa pemilihan rute kirab memiliki nilai historis. Jalur tersebut dianggap strategis karena berkaitan dengan perjalanan PSHT di wilayah Bumiayu. Selain itu, kirab juga menjadi media pengenalan organisasi kepada masyarakat luas secara positif.
Antusiasme tidak hanya datang dari peserta, tapi juga warga sekitar. Banyak warga terlihat keluar rumah untuk menyaksikan kirab. Beberapa bahkan mengabadikan momen tersebut menggunakan kamera ponsel.
Wasis, salah satu peserta yang juga warga PSHT, mengaku bangga bisa ikut dalam kegiatan ini.
“Saya senang bisa berpartisipasi. Suasananya hangat dan penuh rasa kekeluargaan. Kegiatan seperti ini membuat kami semakin kompak,” ucapnya.
Untuk mendukung kelancaran acara, aparat dari Polsek Bumiayu bersama panitia PSHT turut mengatur lalu lintas. Pengamanan dilakukan di beberapa titik rawan kemacetan agar kirab tidak mengganggu aktivitas warga.
Kirab ini menjadi salah satu bentuk kegiatan pembinaan karakter yang rutin digelar oleh PSHT. Sebagai organisasi pencak silat, PSHT tidak hanya mengajarkan teknik bela diri, tapi juga menanamkan nilai moral, budaya, dan sosial kepada anggotanya.
Setelah seluruh peserta menyelesaikan rute kirab, acara ditutup dengan apel bersama dan doa syukur di Lapangan Temenggungan. Suasana penuh kekhidmatan menandai akhir dari kegiatan yang berlangsung tertib dan lancar.
Mas Yudhi menyampaikan harapannya agar kirab serupa bisa terus digelar secara rutin. Ia menegaskan bahwa PSHT hadir bukan hanya untuk mencetak pendekar, tetapi juga membentuk pribadi yang berakhlak dan peduli terhadap sesama.
“Kami ingin menunjukkan bahwa PSHT bukan hanya soal bela diri, tapi juga tentang membangun karakter dan menjalin harmoni dengan masyarakat,” tutupnya.
Kegiatan kirab ini menegaskan bahwa semangat persaudaraan bisa menjadi kekuatan yang menyatukan banyak kalangan. PSHT membuktikan bahwa tradisi dan kedisiplinan bisa berjalan seiring dalam membentuk lingkungan yang lebih baik.***

