Portal Pantura, Brebes – Menjelang berakhirnya program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127, Kodim 0713/Brebes menggelar rapat koordinasi lintas sektoral guna mempersiapkan agenda penutupan kegiatan. Rapat tersebut berlangsung di Balai Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes, Selasa (10/3/2026).
Pertemuan ini menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh rangkaian kegiatan TMMD, baik sasaran fisik maupun non-fisik, telah rampung sesuai target sebelum resmi diserahterimakan kepada Pemerintah Kabupaten Brebes.
Rapat koordinasi dipimpin oleh Perwira Seksi Teritorial (Pasiter) Kodim 0713/Brebes, Kapten Arh Suryadi, yang hadir mewakili Komandan Kodim 0713/Brebes Letkol Inf Ambariyantomo. Dalam arahannya, Kapten Suryadi menekankan pentingnya memaksimalkan sisa waktu pelaksanaan TMMD untuk memastikan seluruh pekerjaan di lapangan benar-benar selesai secara optimal.
Menurutnya, tahap akhir ini tidak hanya berkaitan dengan penyelesaian pembangunan fisik, tetapi juga mencakup penataan lokasi, kebersihan area proyek, serta kelengkapan administrasi laporan kegiatan.
“Rapat ini menjadi momentum evaluasi akhir sebelum kegiatan TMMD resmi ditutup. Semua pihak perlu memastikan bahwa hasil kerja sama antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dapat diserahkan dalam kondisi terbaik,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan program TMMD tidak terlepas dari sinergi antara berbagai unsur yang terlibat, mulai dari Satgas TMMD, pemerintah desa, hingga dukungan masyarakat setempat.
Sementara itu, perwakilan dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinpermades) Kabupaten Brebes, Asri Novianti, S.T., M.T., turut menyampaikan apresiasi atas perkembangan pembangunan yang telah dicapai selama pelaksanaan TMMD di Desa Cikuya.
Ia menilai, pola kolaborasi yang terbangun selama program berlangsung menjadi contoh nyata keberhasilan pembangunan berbasis gotong royong.
“Kami melihat progres pembangunan yang cukup signifikan, terutama pada infrastruktur desa seperti jalan dan fasilitas umum lainnya. Selain kualitas pekerjaan yang baik, keterlibatan masyarakat juga sangat tinggi,” kata Asri.
Menurutnya, keberhasilan program TMMD tidak hanya diukur dari hasil pembangunan fisik, tetapi juga dari terciptanya kebersamaan antara TNI dan masyarakat dalam membangun desa.

