Portal Pantura, Brebes – Desa Karangjongkeng, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, menunjukkan komitmen serius dalam memberantas stunting. Dengan angka kasus yang fluktuatif namun pernah meraih prestasi di tingkat kabupaten, desa ini kini menargetkan penurunan hingga angka nol persen.
Kepala Desa Karangjongkeng, Mayor Inf (Purn) H. Abdul Mukhit SH, mengajak seluruh warganya untuk bersatu.
“Kita harus membangun desa bersama, termasuk dalam menurunkan angka stunting,” tegasnya.
Menurutnya, kolaborasi masyarakat adalah kunci untuk menciptakan desa yang makmur dan bermartabat, serta menjadi teladan bagi desa lain.
Komitmen ini juga disambut baik oleh Camat Tonjong, Lukman Hakim SH SIP. Ia berharap alokasi anggaran untuk penanganan stunting tidak akan berkurang di tahun mendatang.
“Minimal sama dengan tahun ini agar program bisa berjalan efektif,” ujarnya.
Data Terkini dan Harapan Masa Depan
Per Agustus 2025, data menunjukkan bahwa dari total 235 balita di Desa Karangjongkeng, 23 di antaranya teridentifikasi stunting. Ini berarti, angka stunting di desa ini mencapai 9 persen. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan rata-rata stunting di tingkat Kabupaten Brebes yang mencapai 19 persen dan juga angka nasional di 21 persen.
Meskipun sudah di bawah rata-rata, Pendamping Desa Kecamatan Tonjong, Nanang Syaefudin, memiliki harapan besar.
“Kami berharap angka stunting bisa mencapai nol persen,” katanya. Target ambisius ini mendorong semua pihak untuk bekerja lebih keras lagi.
Strategi Jitu dalam Aksi Nyata
Pemerintah Desa Karangjongkeng tidak hanya mengandalkan anggaran, tetapi juga mengajak partisipasi aktif masyarakat. Berbagai program intervensi gizi dan edukasi kesehatan keluarga digencarkan. Mulai dari sosialisasi pola asuh yang benar, penyuluhan pentingnya nutrisi bagi ibu hamil dan balita, hingga pemanfaatan pekarangan untuk ditanami bahan pangan bergizi.
Tim Redaksi
