Portal Pantura, Brebes – Komite Pemekaran Kabupaten Brebes (KP2KB) menggalang dana simbolis Rp15 ribu per orang. Dana ini menjadi simbol solidaritas untuk aksi damai jilid kedua yang direncanakan pada 15 Desember 2025 di Semarang.
Sekretaris Jenderal KP2KB, Agus Sutiono, menjelaskan makna di balik nominal tersebut. “Angka 15 ribu ini bukan sekadar nominal. Ini simbol tanggal 15 Desember 2025, saat kami akan turun ke Semarang,” kata Agus saat ditemui wartawan.
Aksi Digelar Jika DPRD Tak Kunjung Rapat
Rencana aksi ini bukan tanpa alasan. KP2KB memberikan ultimatum kepada DPRD Provinsi Jawa Tengah. Jika badan legislatif tersebut tidak segera menggelar rapat paripurna terkait pemekaran Kabupaten Brebes, massa akan kembali bergerak.
“Kami sudah menunggu cukup lama. Kalau DPRD tidak segera bertindak, kami akan kembali menyuarakan aspirasi rakyat,” tegas Agus.
KP2KB telah menyiapkan 20 bus untuk mengangkut massa dari berbagai wilayah. Target peserta mencapai 900 orang dari enam kecamatan di wilayah Brebes Selatan.
Enam Kecamatan Siap Bergerak
Kecamatan yang dimaksud meliputi Salem, Bantarkawung, Paguyangan, Bumiayu, Sirampog, dan Tonjong. Keenam wilayah ini merupakan daerah yang selama ini menjadi basis gerakan pemekaran.
“Setiap kecamatan kami targetkan 150 orang. Total ada 900 peserta yang akan berangkat ke Semarang,” ungkap Agus.
Ia berharap masyarakat dari wilayah tersebut dapat berpartisipasi penuh. Partisipasi ini dinilai penting sebagai bukti bahwa aspirasi pemekaran bukan hanya keinginan elit, tetapi juga suara rakyat.
Dana Solidaritas Terbuka untuk Umum
KP2KB membuka kesempatan bagi masyarakat untuk berpartisipasi melalui dana solidaritas. Nominal yang ditetapkan adalah Rp15 ribu per orang.
Dana ini akan digunakan untuk mendukung kelancaran aksi, termasuk transportasi dan kebutuhan logistik lainnya.
Tim Redaksi
