Bagi warga desa yang mengandalkan sumber air alami tanpa adanya sistem pengelolaan ini seperti napas baru.
“Air bersih dan sanitasi layak bukan sekadar kebutuhan fisik, tapi juga harga diri masyarakat desa,” ujar Nur Yasin dalam pidatonya.
Tak hanya itu, koperasi juga merancang unit usaha teknologi informasi, sesuatu yang dulu terdengar asing di desa ini.
Nantinya, warga akan dilatih dalam bidang digital, mulai dari penggunaan internet, pengelolaan data, hingga juga pengembangan perangkat lunak.
“Kami ingin anak-anak muda di Desa Kalibakung Kecamatan Balapulang Tegal punya masa depan, tanpa harus pergi ke kota,” kata Mujiono.
Apresiasi pun disambut ceria warga da di sudut aula, ibu-ibu tersenyum kala mendengar penjelasan tentang unit usaha kerajinan dan simpan pinjam.
Sebagian dari mereka selama ini yang membuat anyaman atau makanan ringan, namun kesulitan menjual dan mengembangkan produksinya.
Koperasi ini menjanjikan ruang baru bagi karya-karya lokal itu agar tak lagi tersimpan di dalam lemari.
Yang membuat rencana ini semakin istimewa adalah semangat gotong royong yang mendasarinya.
“Koperasi ini bukan milik pemerintah, bukan milik kepala desa. Ini milik kita semua,” tegas Mujiono, disambut tepuk tangan hadirin.
Tim Redaksi
