Portal Pantura, Brebes – Jalanan Dusun Blere, Desa Adisana, Kecamatan Bumiayu, Jumat sore (15/8/2025) mendadak berubah jadi lautan merah putih. Ratusan warga RT 04 RW 02 tumpah ruah mengikuti pawai kemerdekaan yang digelar untuk menyambut HUT RI ke-80.
Suasana meriah langsung terasa sejak arak-arakan dimulai. Anak-anak, remaja, hingga orang tua berbaur menampilkan atraksi dan kostum kreatif. Tak ada panggung megah, tak ada sponsor besar. Semua murni hasil gotong royong warga.
Dari Warga, Untuk Warga
Ketua RT 04, Musthofa, menegaskan kegiatan ini digagas sepenuhnya oleh masyarakat. “Semua swadaya. Mulai bikin kostum, dekorasi, sampai latihan penampilan. Semangat kemerdekaan bukan sekadar upacara, tapi soal kebersamaan,” tegasnya.
Kerja sama warga terlihat jelas sejak jauh hari. Para ibu sibuk menjahit kostum, pemuda mengatur musik pengiring, sementara anak-anak berlatih penampilan dengan antusias.
Atraksi Kreatif Bikin Geger
Sorotan utama datang dari kelompok remaja yang menampilkan tarian Pacu Jalur—lomba dayung tradisional yang tengah viral. Gerakan kompak dan penuh energi membuat penonton bersorak riuh.
Tak hanya itu, parade kostum juga mencuri perhatian. Ada yang berbusana pejuang, pakaian adat, hingga cosplay tokoh populer. Bahkan Alin Marsela tampil beda dengan kostum pengantin.
“Saya ingin bikin warga terhibur. Ini bentuk rasa syukur atas kemerdekaan yang sudah 80 tahun kita rayakan,” ungkap Alin dengan senyum bangga.
Lebih dari Sekadar Hiburan
Koordinator kegiatan, Joko Susanto, menilai pawai ini bukan hanya hiburan. Ia menekankan pentingnya nilai sosial yang terkandung di dalamnya.
“Pawai ini menghidupkan kembali semangat gotong royong. Persatuan seperti ini adalah warisan para pendiri bangsa yang jangan sampai hilang,” jelas Joko.
Penonton yang memadati jalanan pun tak kalah antusias. Ada yang sibuk merekam dengan ponsel, ada pula yang berteriak memberi semangat. Musik tradisional yang dipadukan dengan irama modern menambah semarak suasana.

