Portal Pantura, Brebes – Ribuan masyarakat memadati kawasan Alun-alun Brebes, Jawa Tengah, pada Sabtu 28 Juni 2025, dalam rangkaian Festival Bawang Merah 2025 yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Brebes. Gelaran tahunan ini kembali menjadi magnet bagi warga lokal dan pengunjung luar daerah, terutama saat momen perebutan gunungan yang penuh dengan hasil bumi seperti bawang merah dan cabai.
Festival ini menjadi salah satu agenda budaya dan pertanian yang paling dinanti. Diiringi arak-arakan meriah, peserta parade membawa gunungan berisi hasil pertanian khas Brebes. Ketika iring-iringan memasuki area utama di depan panggung kehormatan, antusiasme warga mencapai puncaknya. Meski pihak panitia telah memberi instruksi agar gunungan baru boleh diperebutkan saat mencapai garis akhir di sisi selatan alun-alun, kenyataannya ribuan warga tak sabar untuk mengambil bagian lebih awal.
Beberapa dari mereka bahkan nekat naik ke kendaraan pengangkut gunungan, sementara petugas keamanan kewalahan mengendalikan massa. Suasana riuh dan semarak menjadi bagian tak terpisahkan dari tradisi yang telah berlangsung dari tahun ke tahun.
“Saya senang bisa ikut, meski hanya dapat sedikit bawang merah dan cabai. Yang penting meriah, ini tradisi yang kita tunggu-tunggu setiap tahun,” ungkap Riyanto (49), salah satu warga yang ikut berebut gunungan.
Sejumlah tokoh nasional turut hadir dalam festival kali ini. Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, dan Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma duduk bersama di panggung kehormatan menyaksikan parade yang melintasi alun-alun. Mereka sebelumnya juga meninjau deretan stan UMKM dan pertanian yang memamerkan hasil unggulan lokal, terutama bawang merah.
Bupati Paramitha dalam sambutannya menyampaikan bahwa Festival Bawang Merah tak hanya sebagai bentuk promosi budaya, tetapi juga menjadi simbol semangat petani dalam menjaga produksi komoditas unggulan daerah.
“Festival ini adalah bentuk penghargaan terhadap petani. Kita ingin Brebes tetap konsisten sebagai sentra utama bawang merah nasional, yang saat ini memasok 20 persen kebutuhan dalam negeri,” jelas Paramitha.
Selain sebagai perayaan budaya, Festival Bawang Merah juga membawa pesan ekonomi yang kuat. Pemerintah Kabupaten Brebes mencatat bahwa pada tahun 2025 ini, daerah tersebut menargetkan ekspor bawang merah ke beberapa negara di kawasan Asia Tenggara, yakni Malaysia, Singapura, Vietnam, dan Thailand, dengan total volume mencapai 11.800 ton.
Capaian tersebut merupakan hasil kerja keras petani dan dukungan berbagai pihak dalam menjaga kualitas dan kuantitas hasil panen. Festival ini juga menjadi momentum untuk memperkuat branding bawang merah Brebes di mata pasar internasional.
Festival Bawang Merah bukan sekadar pesta rakyat, melainkan juga ajang memperkuat identitas Brebes sebagai daerah agraris yang mampu berdaya saing. Di tengah era modernisasi dan tantangan regenerasi petani, festival ini diharapkan mampu menumbuhkan kembali minat generasi muda terhadap dunia pertanian.

