Portal Pantura, Brebes – Pantai Randusanga Indah mulai ramai. Kawasan wisata alam di Paguyangan dan Banjarharjo pun tak kalah padat. Merespons lonjakan pengunjung selama libur Idul Fitri 1447 H, Polres Brebes menggelar pengamanan terpadu di berbagai titik wisata strategis di Kabupaten Brebes.
Personel tidak hanya berdiri di pos penjagaan. Mereka juga aktif berpatroli jalan kaki di area wisata, mengawasi langsung kondisi di lapangan.
“Kami menempatkan personel di titik-titik rawan kemacetan akses masuk wisata, serta area yang memiliki risiko kecelakaan air,” ujar Kasatgas Humas Polres Brebes, Iptu Indra Prasetyo, Senin (23/3/2026).
Dua Fokus Pengamanan: Pantai Utara dan Wisata Alam Selatan
Polres Brebes membagi pengamanan ke dua zona utama. Pertama, kawasan wisata pantai di wilayah utara, termasuk Pantai Randusanga Indah. Kedua, destinasi wisata alam di wilayah tengah dan selatan, meliputi Kecamatan Paguyangan dan Banjarharjo.
Kepadatan pengunjung mulai terasa signifikan sejak H+1 Lebaran. Kondisi ini mendorong pihak kepolisian untuk memperketat pengawasan, khususnya di pintu masuk objek wisata yang berpotensi memicu antrean panjang kendaraan.
Atur Lalu Lintas Hingga Edukasi Keselamatan
Tugas personel di lapangan tidak sebatas keamanan dari tindak kriminal. Petugas juga mengatur arus lalu lintas di pintu masuk lokasi wisata sekaligus memberikan edukasi keselamatan kepada pengunjung.
Dua imbauan utama disampaikan kepolisian kepada wisatawan:
- Awasi anak-anak — Orang tua diminta ekstra waspada, terutama di area keramaian dan wisata air yang berisiko tinggi.
- Cek kondisi kendaraan — Beberapa jalur menuju wisata alam Brebes Selatan memiliki tanjakan curam. Pastikan kendaraan dalam kondisi prima sebelum berangkat.
Pakai Aplikasi Sipolan untuk Cek Kepadatan Wisata
Polres Brebes juga mendorong wisatawan memanfaatkan teknologi sebelum menentukan destinasi.
“Wisatawan bisa memantau kepadatan lokasi wisata melalui aplikasi Sipolan. Jika satu lokasi sudah melebihi kapasitas, mereka bisa segera mencari alternatif destinasi,” jelas Iptu Indra.
Langkah ini dinilai penting untuk menghindari penumpukan pengunjung di satu titik yang bisa berujung pada kemacetan dan risiko keselamatan.

