Portal Pantura, Brebes – Lembaga pendidikan keagamaan TPQ Al-Huda di Dukuh Kopi, Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes, kini resmi menikmati aliran listrik mandiri. Pemasangan KWH meter dengan daya 900 watt tersebut dilaksanakan pada Minggu (22/2/2026) sebagai bagian dari sasaran fisik non-program tambahan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 yang digelar oleh Kodim 0713/Brebes.
Program ini menjadi wujud dukungan terhadap fasilitas pendidikan di wilayah pedesaan, khususnya lembaga pendidikan Al-Qur’an yang selama ini masih menghadapi keterbatasan sarana dasar. Dengan terpasangnya instalasi listrik permanen, kegiatan belajar mengajar di TPQ Al-Huda diharapkan berjalan lebih efektif, terutama pada sore hingga malam hari.
Proses pemasangan dilakukan oleh tim teknis dari Unit Pelayanan Jaringan PLN Jatibarang sesuai standar operasional dan keamanan kelistrikan. Penyambungan daya 900 watt tersebut dirancang untuk mencukupi kebutuhan penerangan serta perangkat pendukung pembelajaran.
Kepala Desa Cikuya, Sekod, menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan melalui program TMMD. Menurutnya, akses listrik merupakan kebutuhan mendasar yang sangat dibutuhkan oleh para santri dan tenaga pengajar.
“Selama ini aktivitas mengaji dilakukan dengan penerangan seadanya. Dengan adanya listrik permanen, anak-anak bisa belajar lebih nyaman dan aman. Kami berterima kasih kepada jajaran Kodim dan PLN yang telah merealisasikan kebutuhan warga,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberadaan listrik tidak hanya berdampak pada kenyamanan, tetapi juga membuka peluang pengembangan metode pembelajaran yang lebih variatif, termasuk penggunaan alat bantu elektronik di masa mendatang.
Sementara itu, perwakilan TNI di wilayah setempat, Serka Sagiman, menjelaskan bahwa program TMMD tidak semata berfokus pada pembangunan infrastruktur fisik seperti jalan dan jembatan. Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui dukungan terhadap pendidikan dan kegiatan keagamaan juga menjadi bagian penting dalam agenda pembangunan desa.
“TMMD hadir untuk menjawab kebutuhan riil masyarakat. Selain pembangunan fisik, kami juga berupaya membantu fasilitas pendidikan dan spiritual warga. Harapannya, keberadaan listrik ini dapat menunjang proses belajar mengajar secara optimal,” katanya.
Dari pihak PLN, Ine Indriani memastikan bahwa instalasi telah melalui tahapan pengecekan teknis guna menjamin keamanan bangunan dan pengguna. Seluruh proses penyambungan dilakukan sesuai standar keselamatan yang berlaku.
“Kami memastikan pemasangan berjalan sesuai prosedur. Keamanan instalasi menjadi prioritas agar pemanfaatannya dapat berlangsung jangka panjang tanpa kendala,” jelasnya.

