Portal Pantura, Brebes – Siswa kelas 4 dan 5 MI Muhammadiyah Kutamendala, Desa Kutamendala, mendapat pengalaman baru belajar matematika. Mahasiswa KKN Kelompok 27 Universitas Peradaban mengajarkan metode jarimatika untuk menghitung perkalian.
Metode ini menggunakan jari tangan sebagai alat bantu hitung. Tujuannya membuat siswa lebih mudah memahami konsep perkalian.
Metode Jarimatika Dipilih karena Praktis
Intan Nur Aeni, salah satu anggota tim KKN, menjelaskan alasan memilih jarimatika. “Metode ini praktis dan menarik bagi siswa,” katanya.
Jarimatika memanfaatkan gerakan jari untuk menghitung hasil perkalian. Setiap jari memiliki fungsi tertentu dalam proses perhitungan.
Mahasiswa menjelaskan langkah demi langkah dengan bahasa sederhana. Siswa tidak hanya mendengar, tapi langsung mempraktikkan.
Siswa Antusias Ikuti Pembelajaran
Respons siswa sangat positif sejak awal kegiatan. Mereka tampak penasaran dengan cara berhitung yang berbeda dari biasanya.
Banyak siswa menunjukkan kegembiraan saat berhasil menghitung perkalian menggunakan jari. Keberhasilan ini meningkatkan kepercayaan diri mereka.
Suasana kelas menjadi akrab dan menyenangkan. Interaksi antara mahasiswa dan siswa terjalin dengan baik.
Game Edukatif Bikin Belajar Makin Seru
Mahasiswa KKN menambahkan unsur permainan dalam pembelajaran. Game dirancang tetap relevan dengan materi perkalian.
Siswa yang kalah dalam permainan mendapat tantangan menjawab soal perkalian. Tantangan ini bukan hukuman, tapi penguatan materi.
Tawa dan semangat siswa terlihat selama permainan berlangsung. Pembelajaran matematika yang biasanya dianggap sulit menjadi menyenangkan.
Melalui permainan, siswa belajar bekerja sama dan berani mencoba. Mereka tidak takut melakukan kesalahan.
Sambutan Positif dari Pihak Sekolah
Pihak MI Muhammadiyah Kutamendala menyambut baik kegiatan ini. Sekolah memberikan ruang dan kesempatan bagi mahasiswa melaksanakan program.
Kepala sekolah menyampaikan apresiasi atas kegiatan yang dilakukan. “Terima kasih atas ilmu yang diberikan. Semoga bermanfaat untuk siswa-siswi kami,” ujarnya.
Lingkungan sekolah yang tertata rapi mendukung kelancaran kegiatan. Suasana belajar yang kondusif membuat siswa nyaman mengikuti pembelajaran.
KKN sebagai Pengabdian kepada Masyarakat
Kuliah Kerja Nyata menjadi sarana mahasiswa mengintegrasikan teori dengan praktik. Mahasiswa belajar memahami kondisi sosial dan pendidikan secara langsung.
Kelompok KKN 27 memilih Desa Kutamendala sebagai lokasi pengabdian. Desa ini dinilai memiliki potensi baik untuk pengembangan kegiatan edukatif.
Perencanaan program dilakukan melalui observasi dan diskusi internal. Hasilnya difokuskan pada bidang pendidikan dasar.
Divisi pendidikan menetapkan pembelajaran perkalian sebagai program utama. Kemampuan berhitung menjadi dasar penting dalam pembelajaran matematika tingkat lanjut.
Dampak Positif bagi Peserta Didik
Kegiatan berlangsung lancar sesuai rencana. Setiap sesi pembelajaran berjalan tertib dan kondusif.
Mahasiswa berupaya menjaga suasana kelas tetap nyaman. Siswa dapat mengikuti kegiatan dengan optimal dari awal hingga akhir.
Pengalaman belajar yang menyenangkan diharapkan menumbuhkan minat belajar matematika. Siswa menjadi lebih percaya diri menghadapi materi berhitung.
Program ini menunjukkan mahasiswa tidak sekadar menjalankan kewajiban akademik. Mereka berkontribusi nyata menciptakan pengalaman belajar bermakna bagi generasi muda.
Kegiatan ini melibatkan sepuluh mahasiswa: Intan Nur Aeni, Anis Dwi Marshella, Wilma Kholifatulaah, Muhammad Hasbi Febriansyah, Dewi Sandri, Siti Nur Laela, M. Alvin Sebastian, Wildan Muholadun, Yaumi El Syakira, dan Septian Yordan Firmansyah.***

