
Portal Pantura, Jakarta — Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dinilai membuka peluang besar bagi lulusan perguruan tinggi untuk berkontribusi langsung dalam pembangunan ekonomi desa dan wilayah pesisir. Selain menyerap tenaga kerja, program ini juga dipandang sebagai wadah bagi generasi muda untuk menjadi penggerak perubahan di tingkat akar rumput.
Pemerhati kebijakan publik, M. Ilham Bagus, menilai KDKMP dan KNMP merupakan bentuk kepercayaan negara kepada anak muda. “Selama ini banyak lulusan perguruan tinggi memiliki semangat dan kompetensi, tetapi belum memperoleh wadah untuk mengabdikan ilmunya secara langsung kepada masyarakat,” ujarnya.
Secara teknis, pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM bersama Panitia Seleksi Nasional SDM Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) telah membuka rekrutmen manajer dan pengelola untuk kedua program tersebut. Total formasi pada tahap pertama mencapai 35.476 posisi, terdiri dari 30.000 manajer KDKMP dan 5.476 pengelola KNMP, dengan syarat pendidikan minimal D3 hingga S1 dari semua jurusan. Para peserta terpilih akan berstatus pegawai BUMN dengan skema Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) selama dua tahun di bawah PT Agrinas Pangan Nusantara untuk KDKMP dan PT Agrinas Jaladri Nusantara untuk KNMP.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan sebelumnya menegaskan bahwa proses seleksi berlangsung terbuka dan tanpa biaya. “Tidak ada jalur khusus, tidak ada titipan,” katanya dalam jumpa pers di Jakarta.
Program KDKMP sendiri merupakan amanat Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 tentang percepatan pembentukan koperasi desa dan kelurahan, yang menargetkan koperasi mampu mengejar ketertinggalan dari badan usaha swasta maupun BUMN dari sisi aset, volume usaha, dan partisipasi masyarakat. Sementara itu, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menargetkan pembangunan 1.369 titik KNMP rampung sepanjang 2026, dengan 100 lokasi tahap awal ditargetkan tuntas pada akhir Mei.
Menurut Ilham, kehadiran kedua program ini menegaskan bahwa pembangunan Indonesia tidak boleh hanya berpusat di kota besar. “Desa dan kawasan pesisir harus menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru. Ketika koperasi dikelola oleh sumber daya manusia yang kompeten, transparan, dan berintegritas, masyarakat desa akan memperoleh manfaat lebih besar,” ujarnya.
Ia menambahkan, pembekalan bagi peserta program tidak hanya menyasar kemampuan teknis pengelolaan usaha, tetapi juga pembentukan karakter, kepemimpinan, disiplin, hingga semangat bela negara. Nilai-nilai tersebut, kata dia, menjadi bekal penting agar generasi muda mampu tampil sebagai pemimpin yang berintegritas di masa depan.
Ilham juga menyoroti langkah pemerintah yang terus melakukan evaluasi dan penyempurnaan terhadap pelaksanaan pendidikan dan pembekalan peserta. Menurutnya, hal ini menunjukkan komitmen agar program berjalan lebih aman dan optimal, baik bagi peserta maupun masyarakat penerima manfaat.
“Generasi muda tidak cukup hanya menjadi penonton perubahan, saatnya menjadi pelaku perubahan,” kata Ilham, menutup pandangannya.
Ia berharap KDKMP dan KNMP tidak berhenti sebagai proyek jangka pendek, melainkan mampu melahirkan ribuan pemimpin muda yang berkapasitas dan peduli terhadap masyarakat, jika dikelola secara profesional, transparan, dan berkelanjutan.***

