TERBARU
Memuat berita terbaru...
IKLAN
News

Mahasiswa KKN Universitas Peradaban Dampingi Posyandu Demi Tekan Angka Stunting dan Tingkatkan Kesehatan Ibu-Anak

×

Mahasiswa KKN Universitas Peradaban Dampingi Posyandu Demi Tekan Angka Stunting dan Tingkatkan Kesehatan Ibu-Anak

Sebarkan artikel ini
IKLAN
Ukuran teks

Portal Pantura – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata () turun langsung mendampingi kegiatan Posyandu di desa sebagai bentuk pengabdian nyata kepada masyarakat, khususnya dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak.

Pos Pelayanan Terpadu atau Posyandu merupakan salah satu ujung tombak layanan kesehatan berbasis komunitas di Indonesia. Di sanalah ribuan ibu membawa buah hatinya setiap bulan untuk ditimbang, diukur, dan dipantau tumbuh kembangnya. Namun di banyak desa, keterbatasan tenaga dan sumber daya menjadi hambatan tersendiri bagi kader Posyandu dalam menjalankan fungsi tersebut secara optimal.

Melihat tantangan itu, mahasiswa mengambil peran aktif dengan terjun langsung mendampingi para kader dalam pelaksanaan kegiatan Posyandu. Kehadiran mereka bukan sekadar formalitas akademik, melainkan kontribusi konkret yang dirasakan langsung oleh masyarakat desa.

Apa yang Dilakukan Mahasiswa di Posyandu?

iklan

Selama pendampingan berlangsung, para mahasiswa membantu kader dalam serangkaian kegiatan teknis, mulai dari penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan balita, hingga pengukuran lingkar kepala dan lingkar lengan atas. Seluruh hasil pemeriksaan tersebut kemudian dicatat secara tertib ke dalam buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) milik masing-masing peserta.

Tak berhenti di situ, mahasiswa juga mengambil bagian dalam sesi penyuluhan kesehatan yang menyasar para ibu secara langsung. Materi yang disampaikan mencakup pentingnya gizi seimbang dalam tumbuh kembang anak, manfaat pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi, serta langkah-langkah pencegahan stunting yang bisa diterapkan sejak dini di rumah tangga.

Stunting sendiri masih menjadi persoalan serius di Indonesia. Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), angka prevalensi stunting nasional masih membutuhkan perhatian dan intervensi yang berkelanjutan di tingkat desa. Edukasi yang tepat kepada para ibu dinilai menjadi salah satu cara paling efektif untuk memutus mata rantai masalah ini.

Respons Positif dari Masyarakat

Kegiatan pendampingan ini disambut antusias oleh warga, terutama para ibu yang selama ini menjadi peserta rutin Posyandu. Kehadiran mahasiswa dinilai mampu menciptakan suasana yang lebih komunikatif dan terbuka selama sesi berlangsung.

“Ibu-ibu jadi lebih berani bertanya dan berdiskusi. Suasananya terasa lebih hidup,” ungkap salah satu kader Posyandu setempat.

Interaksi yang terjalin antara mahasiswa dan peserta Posyandu terbukti membantu penyampaian informasi kesehatan menjadi lebih mudah dipahami. Pendekatan yang ramah dan tidak menggurui membuat para ibu merasa nyaman untuk aktif bertanya seputar kondisi kesehatan anak mereka.

Kolaborasi Jadi Kunci Keberhasilan

Program pendampingan ini tidak berjalan sendiri. Sinergi antara mahasiswa, kader Posyandu, tenaga kesehatan dari puskesmas, dan dukungan masyarakat sekitar menjadi faktor penentu keberhasilan kegiatan ini. Kolaborasi lintas pihak tersebut memastikan pelayanan Posyandu berjalan lebih sistematis, efektif, dan berkelanjutan.

Tim Portal Pantura

Terbaru dari Tim Portal Pantura