Tanaman obat dapat diolah menjadi jamu tradisional. Atau sekadar direbus untuk minuman kesehatan sehari-hari.
Program ini juga mengedukasi masyarakat tentang pentingnya tanaman obat tradisional. Di tengah modernisasi, pengetahuan tentang herbal perlu dilestarikan.
Harapan Keberlanjutan Program
Mahasiswa KKN Universitas Peradaban berharap program ini tidak berhenti setelah masa KKN berakhir. Kebun TOGA perlu perawatan rutin agar tetap produktif.
“Kami berharap masyarakat dapat melanjutkan perawatan kebun ini,” kata tim KKN.
Jika dirawat dengan baik, kebun dapat terus berkembang. Bahkan bisa ditambah jenis tanaman obat lainnya.
Ke depan, kebun TOGA ini bisa menjadi contoh pemanfaatan lahan kosong di tempat lain. Model ini dapat direplikasi di berbagai desa untuk manfaat lebih luas.
Kolaborasi untuk Lingkungan Lebih Baik
Keberhasilan program ini menunjukkan pentingnya kolaborasi. Mahasiswa membawa energi dan ide segar. Masyarakat menyediakan lahan dan dukungan.
Pemerintah desa memberikan izin dan fasilitas. Sinergi ini menghasilkan output positif bagi semua pihak.
Program pemanfaatan lahan terbengkalai melalui TOGA membuktikan bahwa perubahan kecil dapat memberikan dampak besar. Lahan yang tadinya tidak produktif kini menjadi aset berharga bagi desa.
Dengan perawatan berkelanjutan, kebun TOGA ini dapat menjadi warisan kesehatan untuk generasi mendatang. Sekaligus menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk melakukan hal serupa.***

