Minyak angin dipilih karena permintaan pasar cukup tinggi. Produk ini juga tidak memerlukan modal besar untuk memulai.
Selain aspek ekonomi, program ini mengajarkan kemandirian. Ibu-ibu bisa memproduksi kebutuhan rumah tangga sendiri.
Rencana Keberlanjutan Program
Henida menyatakan program ini bukan kegiatan sekali jalan. Ada rencana monitoring pasca-pelatihan.
Tim KKN akan memantau perkembangan produksi ibu-ibu PKK. Jika diperlukan, akan ada pelatihan lanjutan untuk pemasaran produk.
Beberapa ibu sudah menyatakan minat membentuk kelompok usaha. Mereka berencana produksi bersama dengan sistem bagi hasil.
Program KKN UNS di Desa Adiraja menunjukkan peran strategis perguruan tinggi. Tidak hanya transfer pengetahuan, tapi juga pemberdayaan ekonomi riil.
Dengan pelatihan sederhana namun aplikatif, masyarakat mendapat keterampilan baru. Keterampilan ini berpotensi menjadi sumber penghasilan tambahan bagi keluarga.***
- Penulis: Hanida Putri Salsabila (Mahasiswa KKN UNS)
- Editor: Yudhi P

