Salah satu jamaah, Midawati asal Karangpucung, mengaku rela menempuh perjalanan cukup jauh demi bisa menghadiri.
“Saya datang bersama keluarga sejak siang. Rasanya luar biasa bisa langsung mendengar tausiyah Gus Ulin. Suaranya menyejukkan hati, dan pesannya membuat saya ingin lebih memperbaiki ibadah,” tutur Midawati dengan mata berbinar.
Pesan Perdamaian dan Ukhuwah
Dalam tausiyahnya, Gus Ulin menyampaikan pesan yang menekankan pentingnya menjaga ukhuwah islamiyah serta memperbaiki kualitas ibadah. Ia mengingatkan jamaah untuk tidak hanya berfokus pada ritual, tetapi juga mengamalkan nilai-nilai akhlak dalam kehidupan sehari-hari.
“Ukhuwah itu bukan hanya sekadar saling menyapa, tapi juga saling menghormati dan menghargai perbedaan. Sholat, puasa, zakat, dan ibadah lainnya hendaknya membuat kita semakin rendah hati, bukan sebaliknya. Mari kita jadikan peringatan Maulid Nabi ini sebagai momentum memperbaiki amal dan meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW,” tutur Gus Ulin.
Ia juga menekankan pentingnya menanamkan nilai kasih sayang sejak dini kepada anak-anak. Menurutnya, generasi muda perlu dididik dengan ilmu agama yang benar agar tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak mulia.
Tradisi yang Perlu Dijaga

Peringatan Maulid Nabi di Dukuh Siroyom Desa Mlayang bukan sekadar agenda tahunan, melainkan bagian dari tradisi keagamaan yang melekat di masyarakat. Kehadiran ribuan jamaah menunjukkan bahwa semangat kebersamaan dan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW tetap terjaga di tengah perkembangan zaman.
Selain menjadi wadah spiritual, acara ini juga mempererat silaturahmi antarwarga. Suasana guyub terlihat dari partisipasi warga yang terlibat, mulai dari persiapan panggung, konsumsi, hingga pengamanan jalannya acara.
Tim Redaksi
