Portal Pantura – Siang itu di Balai Desa Wringinjenggot, Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal, suasana Jumat itu terasa berbeda.
Warga tampak berkumpul di pendopo Balai Desa, sebagian besar dari mereka adalah para pengurus mushola, ustaz, dan para santri yang setiap hari bergelut dengan aktivitas pendidikan keagamaan.
Di tengah kebersahajaan itu, Kepala Desa Wringinjenggot, Abdul Kholis duduk dengan senyum hangat, membawa kabar baik untuk warganya.

Abdul Kholis memilih pada Jumat, 21 November 2025, sebagai momentum memberikan bantuan kepada madrasah, masjid, dan mushola di desa tersebut.
Bagi Kholis, lembaga keagamaan bukan sekadar tempat belajar mengaji, tetapi ruang untuk membentuk karakter dan moral generasi desa.
“Dukungan kepada lembaga keagamaan merupakan komitmen desa memperkuat pendidikan moral, spiritual masyarakat,” ujarnya di hadapan warga penerima bantuan.
Tak hanya para pengurus mushola yang diberi dukungan, tetapi juga tenaga pengajar madrasah serta para santri aktif mengikuti kegiatan keagamaan.
Bagi Kholis, para ustaz dan ustazah serta pula santri dan generasi muda adalah fondasi dari tumbuhnya kegiatan keagamaan yang hidup dan dinamis.
Di tengah arus modernisasi, Abdul Kholis melihat bahwa penguatan pendidikan agama menjadi benteng penting dalam menjaga tradisi dan juga nilai-nilai luhur masyarakat Wringinjenggot.

