Portal Pantura – Di tengah denyut dan aktivitas Kabupaten Brebes, muncullah sebuah semangat baru ditiupkan oleh sekelompok anak muda yang tergabung dalam Forum Pengusaha Muda Brebes (ForPBes).
Bertempat di ruang Pendopo Kabupaten Brebes Rabu 7 Mei 2025 terselenggara Workshop Nasional dengan tema “Cara Cepat Ke Tanah Suci Semua Bisa Berhaji dan Umroh”.
Kegiatan ini bukan sekadar seminar biasa, melainkan gema harapan bagi banyak orang yang mendambakan jejak kaki di tanah suci.
ForPBes lahir tahun 2019 dengan satu visi besar: membangkitkan potensi dan jiwa wirausaha di kalangan pemuda Kabupaten Brebes.
Di bawah naungan Yayasan Rumah Cinta Brebes dan bimbingan akademisi lokal, organisasi ini menanamkan nilai bahwa keberhasilan bukan hanya soal finansial, tetapi juga spiritual.
“Menjadi pengusaha muda tangguh, cerdas, dan profesional adalah langkah awal membangun ekonomi Brebes dari bawah.
Tetapi lebih dari itu, kami menunjukkan bahwa kerja keras dan keikhlasan bisa mengantar siapa saja menuju Baitullah.” tutur Dewi Wulan Novianti Sekretaris Jenderal ForPBes
Kegiatan workshop ini mengundang berbagai tokoh penting dari instansi pemerintah dan organisasi keagamaan.
Nampak hadir di acara tersebut yaitu Mochamad Sodiq Kepala Kesbangpol, Sumarno Kepala Dinkopumdag Caridah Kepala Dindikpora dan Dr. Abdul Wahab Kepala Kemenag.
Kehadiran mereka memperkuat kesan bahwa kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pemuda adalah kunci pembangunan daerah.
Dalam sambutannya, Mochamad Sodiq menyampaikan apresiasi mendalam atas semangat yang telah dibawa oleh ForPBes.
“Ibadah haji dan umroh adalah impian banyak umat Islam. Melalui workshop ini, kita tidak hanya berdoa, tetapi juga berusaha, dengan cara yang kreatif dan terukur.”
Lia Firdausy telah membagikan strategi sederhana, bahwa membangun personal branding dapat menghidupkan media sosial, dan terus aktif dalam komunitas.
Menurutnya, cara cepat untuk bisa ke tanah suci adalah dengan menjadikan aktivitas dakwah dan bisnis umroh sebagai ladang kebermanfaatan, bukan sekadar transaksi.
Esensi acara ini terletak pada narasi yang dibangun: bahwa siapa pun bisa berangkat ke tanah suci, asalkan bersungguh-sungguh dan menempuh jalan yang halal.
Bukan hanya mimpi kaum kaya, tapi juga milik pejuang kecil yang menabung dari keuntungan dagangannya di pasar tradisional, atau dari konten dakwah yang konsisten di media sosial.
Lebih dari itu, kegiatan ini meneguhkan identitas Brebes sebagai tanah yang subur, bukan hanya bagi pertanian, tapi juga bagi tumbuhnya insan muda yang religius, produktif, dan berdaya saing.
Dari 17 kecamatan dan 297 desa ForPBes hadir sebagai ruang silaturahmi berbagi, dan saling menguatkan.
Akhirnya, workshop ini bukan sekadar bicara tentang haji dan umroh. Ia bicara tentang mimpi yang dirawat dengan kerja keras.
Tentang iman yang dipadukan dengan strategi, dan tentang bagaimana pemuda daerah bisa menjadi agen perubahan, dari desa ke dunia.***

