Portal Pantura, Brebes — Suasana religius menyelimuti halaman Masjid Baitul Ma’mur di Desa Mlayang, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Selasa, 29 Juli 2025. Ribuan jamaah dari berbagai penjuru memadati lokasi untuk mengikuti Istighosah Kubro, acara rutin yang digelar Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat NU Sirampog, kali ini dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1447 Hijriah.
Istighosah ini bukan sekadar kegiatan doa bersama. Di dalamnya juga ada kegiatan santunan untuk 50 anak yatim dari seluruh desa se-Kecamatan Sirampog. Momen ini menjadi simbol kuatnya kepedulian sosial dari Muslimat NU, sekaligus pengingat bahwa Muharram bukan hanya bulan pergantian tahun, tapi juga saat yang tepat untuk berbagi.
Doa, Tahlil, dan Santunan: Penuh Makna
Acara dimulai dengan pembacaan tahlil dan doa bersama untuk para almarhum, yang berlangsung khusyuk dan menyentuh hati. Setelah itu, sebanyak 50 anak yatim menerima santunan uang tunai sebesar Rp100 ribu dan buket snack. Santunan ini murni berasal dari iuran sukarela para anggota Muslimat NU, tanpa mengandalkan proposal ataupun sponsor besar.
“Kami ingin menjaga kemandirian dan keikhlasan. Semuanya dari kami, untuk mereka yang membutuhkan,” kata Hj. Umi Royah, Ketua PAC Muslimat NU Sirampog.
Umi Royah menjelaskan bahwa daftar penerima santunan merupakan hasil koordinasi dari 13 Pimpinan Ranting (PR) Muslimat NU di wilayah Sirampog. Ia berharap kegiatan seperti ini bisa terus berjalan dan menjadi program tahunan di bulan Muharram.
Tak hanya di bulan Muharram, PAC Muslimat NU Sirampog juga rutin mengadakan santunan bagi kaum dhuafa setiap bulan Ramadan. Konsistensi ini menjadi bukti nyata bahwa gerakan perempuan NU tidak hanya aktif secara keagamaan, tapi juga sosial.
Dihadiri Tokoh dan Pejabat
Kegiatan besar ini juga dihadiri oleh berbagai tokoh masyarakat, jajaran Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Sirampog, serta para anggota badan otonom NU lainnya. Bahkan, anggota DPRD Brebes dari Fraksi PKB, Hj. Titin Lutfiatin, turut hadir dan ikut menyerahkan santunan secara langsung.
“Semoga anak-anak ini tumbuh menjadi pribadi yang berguna dan membawa berkah,” tutur Hj. Titin dengan penuh harap.
Kehadiran Hj. Titin menjadi bentuk dukungan dari pihak legislatif terhadap gerakan sosial masyarakat akar rumput. Ia menyempatkan diri datang, meski di tengah kesibukannya sebagai wakil rakyat.
Apresiasi dari Pemerintah Desa
Abdul Khafid, Kepala Desa Mlayang, merasa bangga karena desanya dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan keagamaan berskala besar ini. Ia mengapresiasi kerja keras panitia dan semua pihak yang terlibat.

