“Kami dari pemerintah desa hanya bisa mendukung penuh. Kalau ada kekurangan dalam penyelenggaraan, kami mohon maaf,” ucapnya dengan rendah hati.
Refleksi Tahun Baru Islam
Istighosah Kubro dan santunan anak yatim ini bukan hanya kegiatan seremonial. Di balik doa dan deretan acara, tersimpan pesan penting: tentang kekuatan gotong royong, keikhlasan berbagi, dan komitmen sosial dari komunitas Muslimat NU di Sirampog.
Momen ini juga menjadi refleksi spiritual di awal tahun Hijriah. Bahwa tahun baru bukan hanya soal pergantian kalender, tapi juga saat yang tepat untuk memperkuat nilai kemanusiaan dan kepedulian terhadap sesama, terutama mereka yang paling membutuhkan uluran tangan.
Dengan semangat seperti ini, Desa Mlayang dan masyarakat Sirampog menunjukkan bahwa kebaikan bisa dimulai dari hal-hal sederhana, namun berdampak besar.***

