Menurutnya, dampak positif TMMD tidak hanya terukur dari hasil pembangunan fisik, tetapi juga dari tumbuhnya kebersamaan dan peningkatan aktivitas ekonomi warga.
“Warga merasa lebih dekat dengan TNI. Selain pembangunan berjalan, ekonomi kecil di desa juga ikut bergerak,” ujarnya.
Pasar malam di halaman kantor desa tersebut kini menjadi salah satu simbol kebersamaan selama program TMMD berlangsung. Anak-anak bermain dengan riang, orang tua bercengkerama, sementara para prajurit membaur tanpa jarak.
Fenomena ini menunjukkan bahwa pembangunan desa tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga tentang membangun relasi sosial dan menggerakkan potensi ekonomi lokal. Kehadiran Satgas TMMD di Desa Cikuya memberi warna tersendiri bagi kehidupan masyarakat, sekaligus memperkuat semangat gotong royong yang menjadi ciri khas perdesaan.
Dengan sinergi antara TNI dan masyarakat, geliat ekonomi desa diharapkan terus tumbuh, bahkan setelah program TMMD selesai dilaksanakan.***

