Portal Pantura, Brebes – Warga Desa Mendala, Kecamatan Sirampog, Brebes, yang terdampak bencana tanah bergerak pada April 2025, kini mulai merasakan sedikit harapan. Setelah hampir sebulan tinggal di tenda pengungsian yang minim fasilitas, mereka akan segera menempati hunian sementara (Huntara) yang sedang dibangun oleh pemerintah setempat.
Pembangunan Huntara dilakukan di lahan seluas 400 meter persegi di depan Balai Desa Mendala. Proses pembangunan telah mencapai lebih dari 40 persen. Pemerintah desa menargetkan hunian ini dapat ditempati warga pada pertengahan Mei 2025.
“Kami optimis Huntara bisa selesai tepat waktu. Warga bisa segera pindah dari tenda darurat yang sudah mereka tempati selama hampir sebulan,” kata Yusuf Supriyadi, Kepala Dusun II Desa Mendala, Kamis 8 Mei 2025.
Sebanyak 135 unit rumah semi permanen sedang dibangun. Jumlah ini sesuai dengan jumlah rumah warga yang mengalami kerusakan berat akibat tanah bergerak yang melanda empat pedukuhan: Krajan, Karanganyar, Cupangbungur, dan Babakan.
Setiap unit Huntara berukuran 3 x 6 meter persegi. Terdiri dari satu kamar tidur dan ruang keluarga. Meski bersifat semi permanen, bangunan ini menggunakan material yang cukup kuat. Struktur rangka baja ringan, lantai semen, atap galvalum, dan dinding calsiboard dipilih agar hunian tetap kokoh namun tetap ringan.
“Bangunan ini dirancang agar warga merasa aman dan nyaman. Setiap unit juga memiliki akses yang cukup terhadap fasilitas umum,” jelas Yusuf.
Pemerintah desa juga memperhatikan kenyamanan penghuni Huntara. Fasilitas umum seperti dapur dan MCK (mandi, cuci, kakus) dibangun terpisah di setiap blok. Hal ini untuk memastikan warga dapat menjalani kehidupan sehari-hari dengan lebih baik selama masa pengungsian.
“Kami ingin memastikan warga tidak hanya mendapatkan tempat tinggal sementara, tapi juga fasilitas dasar yang layak,” tambah Yusuf.
Bencana tanah bergerak pada 17 April 2025 mengakibatkan kerusakan parah di empat pedukuhan tersebut. Sebanyak 120 rumah hancur dan 15 rumah mengalami kerusakan sedang. Lahan pertanian dan akses jalan juga rusak berat. Sebanyak 570 jiwa terdampak dan 445 orang harus mengungsi.
Kerugian material ini berdampak besar pada kehidupan sosial dan ekonomi warga. Pembangunan Huntara menjadi solusi sementara agar warga bisa kembali menjalani aktivitas dengan lebih layak. Namun, upaya pemulihan lebih lanjut tetap diperlukan.
Tim Redaksi
