Portal Pantura, Brebes – Pemerintah Desa Purbayasa, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, menggelar Rembug Stunting sebagai langkah nyata menekan angka stunting. Acara berlangsung di aula Balai Desa Purbayasa pada Rabu (17/9/2025).
Kepala Desa Purbayasa, Syaefudin, menegaskan bahwa penanganan stunting bukan hanya tugas pemerintah.
“Perlu adanya peran aktif masyarakat,” ujarnya usai kegiatan.
Ia menambahkan, kesadaran warga menjadi faktor penting agar program pencegahan berjalan maksimal.
Menurut data terbaru, Desa Purbayasa memiliki 85 balita. Dari jumlah tersebut, hanya 10 anak yang berstatus stunting. Angka ini menunjukkan tren positif dibanding tahun sebelumnya. Selain itu, jumlah warga miskin ekstrem juga turun drastis, dari 190 menjadi 22 orang. Penurunan ini dianggap sebagai bukti keberhasilan program sosial dan ekonomi yang dijalankan pemerintah desa.
Syaefudin menjelaskan, stunting tidak hanya berdampak pada tinggi badan anak. Kondisi ini juga memengaruhi perkembangan otak, termasuk tingkat kecerdasan atau IQ. “Kalau anak sudah stunting, risiko masalah tumbuh kembang akan lebih besar. Karena itu pencegahan sejak dini harus dilakukan,” katanya.
Ia menekankan pentingnya pola asuh sehat, gizi seimbang, serta sanitasi yang baik untuk mencegah stunting. Pemerintah desa juga menggandeng tenaga kesehatan, kader posyandu, dan tokoh masyarakat untuk melakukan sosialisasi dan edukasi. “Kerja sama lintas sektor perlu diperkuat agar hasilnya optimal,” tambahnya.
Dalam kegiatan Rembug Stunting ini, berbagai pihak hadir untuk memberikan masukan dan solusi. Kader kesehatan, perwakilan PKK, tokoh agama, hingga pendamping program pemerintah terlibat aktif dalam diskusi. Tujuannya menciptakan kesepahaman dan komitmen bersama dalam upaya pencegahan stunting.
Program-program desa yang sudah berjalan antara lain pemberian makanan tambahan untuk balita, pemantauan kesehatan ibu hamil, serta penyuluhan tentang pola makan sehat. Pemerintah desa juga mendukung peningkatan ekonomi keluarga melalui pelatihan usaha kecil agar masyarakat memiliki daya beli yang lebih baik untuk memenuhi kebutuhan gizi.
Dengan penurunan jumlah warga miskin ekstrem, Desa Purbayasa optimistis angka stunting bisa terus ditekan. Syaefudin berharap semua pihak, termasuk masyarakat, tenaga kesehatan, dan pemangku kebijakan, tetap berkomitmen untuk mendukung program ini.
Tim Redaksi
