“Kami ingin mahasiswa memahami bahwa pemberdayaan perempuan bukan hanya wacana, tetapi bagian dari proses nyata dalam membangun masyarakat berilmu dan berakhlak. Seorang calon pendidik harus paham bahwa perempuan berperan besar dalam membentuk arah bangsa,” tuturnya.
Mukhlis menambahkan, STIT Al Hikmah 1 berkomitmen menjadikan kampus dan pesantren sebagai ruang kolaborasi antara pendidikan, agama, dan pemberdayaan sosial. Dengan sinergi berbagai pihak, pihaknya berharap akan muncul gerakan intelektual muda yang peka terhadap isu kesetaraan dan pembangunan berbasis keluarga.
Antusias Peserta dan Dukungan Tokoh Daerah
Kegiatan yang dipandu oleh moderator Dr. Imam Subhi ini berlangsung interaktif. Peserta aktif berdiskusi dan mengajukan pertanyaan seputar peran ibu dalam pendidikan anak, tantangan perempuan di era digital, hingga strategi membangun keluarga tangguh di tengah perubahan sosial.
Sejumlah tokoh turut hadir memberikan dukungan moral terhadap kegiatan tersebut, di antaranya KH. Labib Shodiq selaku Ketua Yayasan dan Pengasuh Ponpes Al Hikmah 1, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Brebes Dr. Abdul Wahab, serta Ketua TP PKK Kabupaten Brebes H. Ahmad Syaeful Ansori. Hadir pula perwakilan DPRD Provinsi Jawa Tengah, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Brebes, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Kesehatan, serta jajaran Forkopimcam Sirampog dan Tonjong.
Perempuan Sebagai Agen Perubahan
Melalui kegiatan ini, STIT Al Hikmah 1 Benda dan TP PKK Brebes berupaya memperkuat kesadaran masyarakat bahwa perempuan adalah agen perubahan dalam keluarga, pendidikan, dan pembangunan daerah.
Seminar ini menjadi langkah nyata dalam mendukung lahirnya generasi unggul yang berakar pada nilai moral dan pendidikan keluarga. Sejalan dengan pesan yang digaungkan Nawal Nur Arafah, “Jika perempuan kuat, maka keluarga kuat. Dan jika keluarga kuat, bangsa akan berdiri kokoh.”
Dengan semangat kolaborasi antara lembaga pendidikan, pemerintah, dan masyarakat, Brebes meneguhkan komitmennya untuk melahirkan generasi emas yang cerdas, berakhlak, dan berdaya saing tinggi.***

