Dia berharap peran ibu bisa menjadi kunci penyelesaian masalah sampah. “Jika ibu bisa memerintahkan suami dan anak tidak buang sampah ke sungai, masalah selesai dari akarnya,” tegasnya.
Mahfudin optimis keterlibatan Tim Penggerak PKK dan pelajar dapat menciptakan kesadaran kolektif berkelanjutan.
Kerahkan Alat Berat Dinas PU
Dalam aksi pembersihan ini, Masjaka mengerahkan alat berat dari Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Brebes. Excavator dan backhoe loader dioperasikan komunitas Sijaga Banjir (Sijaban).
“Pembersihan diperkirakan butuh waktu sekitar tiga hari agar aliran air optimal kembali,” jelas Mahfudin.
Ratusan Relawan Turun Tangan
Kegiatan gotong royong ini dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Brebes Ahmad Saeful Ansori. Turut berpartisipasi TP PKK dari lima kelurahan di wilayah tersebut.
Sejumlah komunitas peduli lingkungan juga terlibat aktif. Di antaranya SAKACARES, komunitas Sijaban, serta pelajar program Adiwiyata. Warga sekitar lokasi turut bergabung dalam aksi bersih-bersih.
Aksi simbolis ini diharapkan menjadi momentum perubahan perilaku masyarakat terhadap lingkungan. Khususnya dalam menjaga kebersihan sungai dan drainase perkotaan guna mencegah bencana banjir.***

