Portal Pantura, Brebes – Masyarakat Peduli Pemekaran (MPP) menggelar acara bertajuk “Ngopi Bareng MPP” pada Sabtu, 31 Mei 2025, di Pendopo Bumiayu. Acara ini menjadi wadah diskusi santai untuk mempererat silaturahmi dan membahas perkembangan terkini terkait perjuangan pemekaran wilayah Brebes Selatan.
Wakil Ketua MPP, Faturohman, menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar pertemuan informal. Ke depan, “Ngopi Bareng MPP” akan digelar rutin sebagai forum evaluasi dan konsolidasi perjuangan.
“Kami ingin pemekaran tetap menjadi isu hangat. Ini bukan gerakan sesaat, tapi perjuangan jangka panjang,” ujarnya.
Perjuangan Belum Usai
Salah satu pegiat pemekaran, Mardiyanto, menegaskan bahwa perjuangan membentuk daerah otonomi baru (DOB) Brebes Selatan masih penuh tantangan. Meski melelahkan, ia menekankan pentingnya konsistensi.
“Pejuang sejati tidak boleh lelah memikirkan masa depan generasi berikutnya,” kata Mardiyanto.
Ia menyoroti stagnasi proses pemekaran di tingkat provinsi. Meski sudah diparipurnakan di DPRD Kabupaten Brebes, berkas tersebut mandek di pemerintah provinsi Jawa Tengah.
“Sepuluh tahun Ganjar memimpin, tidak ada langkah nyata menyentuh pemekaran Brebes,” ujarnya.
Menurut Mardiyanto, ada kesan bahwa Jawa Tengah belum membuka diri terhadap agenda pemekaran. Padahal, dokumen permohonan telah sampai ke Kementerian Dalam Negeri. Namun prosesnya terhambat karena belum ada paripurna di DPRD Provinsi Jawa Tengah.
Untuk itu, ia mendorong Gubernur Jawa Tengah saat ini, Achmad Luthfi, agar segera mengajukan paripurna pembahasan pemekaran ke DPRD Provinsi.
“Tanpa dorongan dari gubernur, proses ini bisa kembali tertunda,” tegasnya.
Tim Redaksi
