Ia mengibaratkan para ulama sebagai cahaya terang yang menuntun arah langkah aparat di tengah kompleksitas tugas lapangan.
Tuntunan moral tersebut dinilai sangat krusial agar setiap anggota tetap berada di jalur pengabdian yang lurus dan amanah.
Dukungan doa dari kalangan pesantren juga diyakini mampu memberikan perlindungan batiniah dalam menghadapi berbagai tantangan keamanan yang berat.
Kolaborasi erat antara umara dan ulama dipandang sebagai dua pilar utama yang menyangga tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Kerja sama yang solid ini diyakini mampu menepis segala potensi perpecahan yang dapat mengancam kerukunan warga di tengah arus modernisasi.
Pesan Moral Gus Baha
Gus Baha dalam ceramahnya menyampaikan pandangan mendalam mengenai kesadaran beragama dan kecintaan terhadap tanah air.
Menurut pengasuh pesantren tersebut, ketaatan hukum yang lahir di tengah masyarakat idealnya didasari oleh keyakinan ketuhanan yang kokoh.
Seseorang yang bertakwa akan menghindari perbuatan menyimpang bukan sekadar karena takut pada kehadiran aparat penegak hukum semata.
Kesadaran bahwa Sang Pencipta senantiasa mengawasi setiap gerak-gerik manusia harus menjadi rem utama dalam kehidupan bermasyarakat.
Ia juga berpesan agar semangat nasionalisme senantiasa dirawat melalui sikap saling menghormati antarsesama warga negara yang majemuk.
Tim Redaksi

