Portal Pantura, Brebes – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Brebes bergerak cepat menyalurkan bantuan bagi warga yang terdampak musibah ambrolnya tembok bangunan tua di Desa Dukuhturi, Kecamatan Bumiayu. Peristiwa tragis peninggalan zaman kolonial Belanda yang terjadi pada Minggu (30/8/2026) tersebut menelan tiga korban jiwa.
Aksi tanggap darurat ini menjadi bentuk kepedulian dan wujud nyata kehadiran PMI di tengah masyarakat yang sedang tertimpa duka mendalam.
Penyerahan Bantuan PMI Melalui Pemerintah Kecamatan
Bantuan kemanusiaan dari PMI Kabupaten Brebes diserahkan secara langsung melalui Plt. Camat Bumiayu, Hendra Pradistyo Busono. PMI memberikan santunan uang tunai senilai Rp750 ribu per kepala jiwa bagi para korban yang meninggal dunia.
“Semoga bantuan ini bisa bermanfaat dan sedikit meringankan beban duka keluarga yang ditinggalkan,” ujar Hendra saat menyerahkan bantuan kepada ahli waris korban.
Ia menambahkan bahwa seluruh jajaran PMI dan Pemerintah Kecamatan Bumiayu merasa sangat prihatin serta turut berbelasungkawa yang mendalam atas musibah berat tersebut.
Pihak Keluarga Korban Apresiasi Kepedulian PMI
Penyaluran bantuan tersebut disambut hangat oleh pihak keluarga korban di tengah suasana duka yang masih menyelimuti Desa Dukuhturi.
Salah satu perwakilan keluarga korban menyampaikan rasa terima kasihnya atas perhatian cepat yang diberikan oleh PMI Kabupaten Brebes.
“Saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas bantuan dan perhatian dari PMI serta pemerintah setempat,” ungkapnya.
Kronologi Musibah Bangunan Tua Ambrol di Dukuhturi
Musibah ini bermula ketika tembok bangunan tua berukuran besar mendadak runtuh dan meluncur menimpa permukiman warga di bawahnya. Puing-puing material bangunan yang tebal merusak sejumlah rumah tempat tinggal dan menutup total akses jalan.
Warga sekitar yang terkejut langsung berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri serta bergotong-royong memberikan pertolongan darurat.
Tiga Korban Meninggal Dunia Termasuk Dua Balita
Duka kian menyelimuti warga saat proses evakuasi berlangsung. Tim gabungan dan masyarakat menemukan dua balita yang merupakan kakak adik dalam kondisi meninggal dunia akibat tertimpa material reruntuhan saat sedang tertidur lelap.
Tak lama kemudian, petugas kembali menemukan seorang lansia yang juga tertimbun puing-puing dalam kondisi sudah tidak bernyawa. Total korban jiwa dalam peristiwa naas ini mencapai tiga orang.
BPBD Dikerahkan Bersama Alat Berat
Guna mempercepat pembersihan material reruntuhan tembok yang sangat tebal, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Brebes mengerahkan alat berat ke lokasi kejadian.
Tim gabungan terus menyisir area di sekitar lokasi reruntuhan untuk memastikan keselamatan warga dan memastikan tidak ada korban lain yang tertimbun.
Sekilas tentang Gedung Hogwan
Bangunan tua yang runtuh tersebut dikenal masyarakat setempat dengan sebutan Gedung Hogwan. Bangunan ini memiliki nilai sejarah panjang di kawasan Bumiayu sejak era penjajahan Belanda.
Dahulu, gedung berukuran besar ini difungsikan sebagai pabrik tapioka. Sebelum peristiwa ambrolnya tembok ini terjadi, area dalam gedung kerap dimanfaatkan oleh warga sekitar sebagai lapangan olahraga bulu tangkis.***

